KRI Ir. Sukarno, lepas Pontianak, Kalimantan
Baru hampir dua hari, Armada Penyerangan ke-1 baru saja
berangkat dari Semarang dengan tujuan Selat Malaka untuk
memulai operasi blokade dan pengamanan selat dari
Tentara Laut Diraja Malaysia ketika berita mengenai invasi
Jakarta sampai ke telinga Laksamana Putra Fajar, komandan
armada. Ia langsung berang dan memerintahkan seluruh armada
untuk putar haluan balik ke arah Jakarta. Hampir semua korvet-korvet cepat yang ada di dalam armada diperintahkan untuk
berlayar terlebih dahulu meninggalkan armada tanpa adanya
pengawalan yang memadai. Padahal kapal KRI Ir. Sukarno yang
merupakan kapal bendera Armada Penyerangan ke-1 juga tidak
kalah penting.
Secepat apapun korvet- korvet tersebut berlayar tetap saja akan memakan waktu beberapa
jam sampai mereka semua sampai ke perairan Jakarta sementara
Tentara Malaysia sudah berada beberapa kilometer dari Istana
Merdeka. Kalau begini Bendera Malaysia bisa saja berkibar di
Istana Merdeka atau lebih parahnya lagi sang presiden RI,
orang nomor satu di Indonesia bisa tertangkap. Belum lagi
disana ada beberapa gedung penting yang tidak boleh sampai
terinjak oleh tentara Malaysia tersebut.
“Bodoh, kenapa mereka bisa sampai menyusup seperti ini!!”
bentak sang laksamana di anjungan. Sudah hampir sepuluh kali
dia mengulang kata- kata yang sama kepada para awak kapal
di anjungan, “Ini namanya konyol, konyol sekali...,” lanjutnya
sambil bolak-balik. Opsir opsir lain hanya bisa berdiri diam bisu.
Banyak dari mereka yang mempunyai keluarga yang tinggal
di Jakarta dan sekarang sepertinya keamanan mereka terancam.
“Bagaimana dengan Su-27 kita, sudah balik belum dari latihan?”
tanya Putra Fajar dengan nada masih marah, ia kembali duduk
sambil mengangkat kedua kakinya ke atas dasbor.
“Sepertinya mereka sedang mengalami gangguan cuaca di rute balik
mereka pak..” jawab opsir khusus penerbangan. Hampir semua wing
pesawat memang sengaja diterbangkan untuk melakukan latihan
terakhir sebelum nantinya akan diterjunkan langsung ke Selat
Malaka. Tapi sayangnya mereka semua terjebak turbulensi berat
di atas Pulau Lingga.
“Bodoh sekali, semua wing fighter dan bomber yang ada di kapal
kita pergi semua!” ia membanting topinya keras ke lantai,
“Sukhoi 33 kita, Sukhoi 27 kita yang mestinya sekarang bisa kita pakai untuk menghancurkan kapal-kapal Malaysia tersebut...”
ia berhenti sebentar lalu berdiri, “pergi semua ternyata!!”
teriaknya lagi, ia menderapkan kakinya ke lantai dengan keras.
Semua awak terbelalak.
Beberapa menit kemudian Laksamana Putra Fajar memutuskan untuk
berjalan-jalan mendinginkan kepala di atas landasan penerbangan
dek kapal yang kosong.
Ia memandang mercu kapal yang sekarang silau terkena pantulan
matahari. Bendera Merah dan Putih berkibar dengan ringan diterpa
angin laut yang cukup kencang, posisinya berdampingan dengan
tiang-tiang radio dan radar.
Sama sekali tidak terpikir olehnya bagaimana akhirnya
Indonesia bisa mendapatkan satu kapal induk. Laksamana Kutnetsov,
ialah nama kapal induk tersebut selama masih beroperasi di Rusia.
Sebuah Tupolev-124 melintas terbang di udara, pesawat tersebut
seperti biasa akan melakukan patroli rutin keseluruh perbatasan
Indonesia.
Ya.. Tupolev...Tupolev-124, Putra Fajar berhenti. Ia baru sadar
bahwa di Palembang ada beberapa Tu-95 yang merupakan versi
bomber daripada Tu-124 yang khusus didesain untuk patroli maritim.
Mereka semestinya sudah siap untuk terbang begitu diminta,
”Betul!” Ia bergegas untuk segera kembali ke mercu kapal.
“Tetapi..,” Putra Fajar kembali berhenti sebentar. Memerintahkan
Tu-95 untuk mengebom pelabuhan Tandjung Priuk atau
seluruh Jakarta Utara sampai habis bukanlah suatu hal yang dapat
diterima dengan gampang oleh semuanya. Ia harus mengambil
keputusan yang sulit.
Mengebom atau menunggu sampai semua wing kapal kembali, pada
saat itu tentunya Istana Merdeka mungkin sudah jatuh ketangan
Malaysia.
“Tidak..tidak..,”dalam peperangan mesti ada sesuatu hal yang harus
dikorbankan.
Putra Fajar mengepalkan kedua tangannya. Dan kali ini yang harus
dikorbankan adalah.. Ia bergegas kembali ke bagian kendali kapal
yang berada di lantai teratas mercu kapal induk tersebut.
Hi, guys. Its me Ojie, take a minute to look @ my new blog. Give your comments, if you wish to do. I'll appreciate and thanks for it. Regards, Ojie
Thursday, June 18, 2009
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(6)
“Bodoh kamu, cepat kamu balik ke pos kamu!” Sudarsono menjitak kepala Soni dengan keras lalu kemudian beranjak lari ke anjungan. Meninggalkan Soni yang masih agak pusing sehabis terjitak. Asap sudah mulai mengepul dari samping kapal, terlihat korvet KRI Diponegoro berlayar ke kiri, mencoba mencari kapal selam tersebut.
“Ada apa?!” teriaknya begitu sampai ke anjungan.
“Kapal selam pak, kapal selam Malaysia!” balas salah satu opsir.
“Bagaimana kerusakan?”
“Torpedo mereka kelihatannya tidak berada dalam kondisi siap tempur pak, dari kerusakan yang ada terlihat bahwa mungkin hanya sepertiga dari hulu ledak yang benar-benar terdetonasi. Kebocoran dan kebakaran yang berada di sisi kiri kapal sudah berhasil di kontrol dan hanya ada beberapa pelaut yang terluka. Tetapi konsekuensinya pak, kecepatan kita mungkin akan berkurang juga.
“Sial, bagaimana ruang reaktor?”
“Alhamdullilah aman pak...”
Sudarsono menduduki kursi khusus kaptennya,“Bagus, saya ambil kendali, kapal full speed ahead!”
“Aye, aye, full speed ahead!” kata salah satu personil kapal.
“Luncurkan helikopter!”
“Dimengerti pak!”
“Hubungi ruang reaktor, coba usahakan sampai 115%!”
“115% pak, tapi menaikan reaktor ketingkat 100% saja sudah berbahaya dan tidak dianjurkan?”
“Ya saya yakin bisa, kita geber kapal Rusia ini supaya bisa bekerja, dari dulu kerjanya cuma bisa duduk mengaso doang di Laut Utara!”
“Baik,” opsir khusus teknis mengangguk, “Ruang reaktor, usahakan tenaga sampai 115%!”
“Kenapa kita belum membalas, kenapa tidak ada satu orang pun yang tahu kalau ada kapal selam yang mendekati kita, kita ini sedang berada dalam kondisi perang saudara-saudara!!!” teriak Sudarsono marah. Seharusnya bagian persenjataan bisa dengan independen langsung meluncurkan misil ASW yang sudah ada berjibun jumlahnya dari haluan sampai buritan berjejer di peluncurnya masing-masing. Belum lagi kapal ini sudah dilengkapi dengan sistem radar dan sonar yang canggih. Korvet lainnya pun ternyata kurang sigap dalam merespon penyerangan, hanya KRI Diponegoro yang berani mencari kapal selam tersebut. KRI Sultan Iskandar Muda hanya bisa diam saja tidak membantu sama sekali. Padahal mereka berdua merupakan korvet yang lumayan baru.
“Saya pergi ke ruang komando persenjataan, kemudi, kamu ambil alih Siguntung!” Sudarsono bergegas pergi dari tempat duduknya keluar dari anjungan, “Siguntung, kalo sih KRI Sultan masih nggak mau bergerak juga, kamu arahkan saja meriam 130mm kita tuh, ada dua, ke dia biar bisa bergerak sekalian, dia kira tugasnya hanya untuk berlindung di belakang kita apa..” pesan Sudarsono geram sebelum meninggalkan ruangan.
“Baik pak!”
“Ada apa?!” teriaknya begitu sampai ke anjungan.
“Kapal selam pak, kapal selam Malaysia!” balas salah satu opsir.
“Bagaimana kerusakan?”
“Torpedo mereka kelihatannya tidak berada dalam kondisi siap tempur pak, dari kerusakan yang ada terlihat bahwa mungkin hanya sepertiga dari hulu ledak yang benar-benar terdetonasi. Kebocoran dan kebakaran yang berada di sisi kiri kapal sudah berhasil di kontrol dan hanya ada beberapa pelaut yang terluka. Tetapi konsekuensinya pak, kecepatan kita mungkin akan berkurang juga.
“Sial, bagaimana ruang reaktor?”
“Alhamdullilah aman pak...”
Sudarsono menduduki kursi khusus kaptennya,“Bagus, saya ambil kendali, kapal full speed ahead!”
“Aye, aye, full speed ahead!” kata salah satu personil kapal.
“Luncurkan helikopter!”
“Dimengerti pak!”
“Hubungi ruang reaktor, coba usahakan sampai 115%!”
“115% pak, tapi menaikan reaktor ketingkat 100% saja sudah berbahaya dan tidak dianjurkan?”
“Ya saya yakin bisa, kita geber kapal Rusia ini supaya bisa bekerja, dari dulu kerjanya cuma bisa duduk mengaso doang di Laut Utara!”
“Baik,” opsir khusus teknis mengangguk, “Ruang reaktor, usahakan tenaga sampai 115%!”
“Kenapa kita belum membalas, kenapa tidak ada satu orang pun yang tahu kalau ada kapal selam yang mendekati kita, kita ini sedang berada dalam kondisi perang saudara-saudara!!!” teriak Sudarsono marah. Seharusnya bagian persenjataan bisa dengan independen langsung meluncurkan misil ASW yang sudah ada berjibun jumlahnya dari haluan sampai buritan berjejer di peluncurnya masing-masing. Belum lagi kapal ini sudah dilengkapi dengan sistem radar dan sonar yang canggih. Korvet lainnya pun ternyata kurang sigap dalam merespon penyerangan, hanya KRI Diponegoro yang berani mencari kapal selam tersebut. KRI Sultan Iskandar Muda hanya bisa diam saja tidak membantu sama sekali. Padahal mereka berdua merupakan korvet yang lumayan baru.
“Saya pergi ke ruang komando persenjataan, kemudi, kamu ambil alih Siguntung!” Sudarsono bergegas pergi dari tempat duduknya keluar dari anjungan, “Siguntung, kalo sih KRI Sultan masih nggak mau bergerak juga, kamu arahkan saja meriam 130mm kita tuh, ada dua, ke dia biar bisa bergerak sekalian, dia kira tugasnya hanya untuk berlindung di belakang kita apa..” pesan Sudarsono geram sebelum meninggalkan ruangan.
“Baik pak!”
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(5)
KRI Muhammad Hatta
“Ya pak, saya mengerti, kita akan berlayar ke sana secepatnya,” Kapten Sudarsono memutus hubungan radio selepas menerima perintah langsung dari Markas Besar TNI AL. Ia ditugaskan untuk berlayar secepatnya ke utara bersama dua kapal pengawalnya yaitu korvet KRI Diponegoro dan KRI Sultan Iskandar Muda. Dua duanya merupakan korvet yang lumayan baru bila dibandingkan dengan kapal-kapal TNI AL lain yang rencananya akan segera di museumkan. Namun situasi yang baru berkembang dalam beberapa jam yang lalu mungkin bisa merubah rencanya tersebut.
Sudarsono kemudian bergegas keluar dari ruangan radio ke anjungan kapal. Dari jendela melihat seorang pelaut sedang berdiri di luar. Sudarsono berjalan keluar, tidak apa-apa lah hanya sebentar ngobrol dengan awak kapal sendiri, pikirnya ia menanggalkan niatnya untuk kembali ke anjungan lalu mendekati pelaut tersebut, “Apa yang kamu lakukan disini?”
Pelaut tersebut menekok kebelakang lalu terkejut, kapten kapal sekarang sudah berada tepat di belakang bahunya, “Ah ngak pak, saya hanya mau melihat-lihat pemandangan...,” katanya memelas.
“Kamu tidak bertugas?”
“Eng..saya lagi istirahat kapten,” matilah aku, pikirnya. Sang kapten tidak mungkin memaafkan seorang pelaut yang kabur dari tugasnya membersihkan dek kapal.
“Oh begitu, nama kamu siapa nak?”
Ternyata diluar dugaanya, Sudarsono tidak langsung menghukum dia, melainkan menanyakan namanya, “Soni kapten..”
“Soni, saya numpang lihat-lihat kalau begitu.”
“Ba..baik kapten,” Soni mulai terbata-bata. Ia sama sekali tidak menduga hal yang baru saja terjadi. Tentu saja kapten boleh berbuat sesukanya.
Keheningan melanda selama beberapa saat, hanya suara ombak yang menepis kapal terdengar, Soni memberanikan dirinya sendiri untuk memulai percakapan, “Lautnya lumayan tenang yah hari ini kapten,” katanya.
“Betul son, padahal pada saat musim hujan seperti ini sangat jarang laut ini bisa tenang seperti saat ini.”
“Mungkinkah ini adalah sebuah pertanda?”
“Son, son,” Sudarsono menepuk bahu pelaut tersebut pelan sambil tertawa, “Dunia sudah modern kamu masih mikirin yang enggak-enggak,” lanjutnya meyindir.
“Saya berpikir sepertinya di balik ketenangan ini akan muncul sesuatu hal yang dashyat pak.”
“Hah, jangan menghayal son!”
“Maaf pak, tapi perasaan yang saya rasakan seperi sekarang ini biasanya selalu betul..”
“Sudah son, mari kita bicarakan hal lain,” Sudarsono mengibaskan telapak tangannya lalu memandang haluan kapal dengan tatapan bangga, “Kamu lihat kapal ini son..”
“Iya pak..”
“Kapal ini bukanlah kapal biasa seperti yang kita punya dahulu, kapal kita ini adalah salah satu kapal tempur terbesar di dunia setelah perang dunia ke-II. Lebih pentingnya lagi, kapal ini di dorong oleh tenaga nuklir.”
“Tapi pak dulu khan kita punya KRI Irian yang besarnya kira-kira hampir sama seperti kapal ini.”
“Son, kapal itu sekarang tidak lebih dari besi tua, sayang memang, tapi apa boleh buat,” Sudarsono memandang ke angkasa, langit kebiru-biruan, burung-burung terbang dengan bebas, “Kamu tahu son, dahulu sebelum serah terima kapal ini dinamakan apa?”
“Eh...,” Mulut Soni tertutup diam, tidak bisa menjawab.
“Laksamana Nakhimov.”
“Hah Laksamana Khimov?” jawab Soni agak lugu. Ia memang mengalami sedikit masalah dalam mengejakan kata-kata yang banyak dipenuhi oleh huruf ‘V’.
“Nakhimov!” seru kaptennya agak emosi, “Kamu ini bagai mana sih son, masa jadi pelaut tapi kapal sendiri tidak tahu asal usulnya...?”
“Ya saya khan cuma pembersih biasa pak..,” kata Soni merendah,
tampaknya Sudarsono masih belum sadar juga bahwa sekarang ia sedang berbicara dengan pembersih kapal biasa bukan ahli sejarah.
“Aduh, ya sudah saya jelaskan deh...”Sudarsono menghela nafas dengan panjang.
“Dia adalah Laksamana Rusia yang lumayan terkenal, dulu sekali sekitar tahun 1800an—“
“Belanda masih ada dong pak?” potong Soni ingin tahu.
“Ya iyalah, aduh kamu dengerin dulu cerita saya...” tegur Sudarsono cemberut. Ia kemudian kembali menatap langit dan melanjutkan, “Dulu sekitar tahun 1850an, terjadilah perang antara negara Inggris, Perancis, serta Turki melawan Rusia. Namanya perang Crimea atau orang sini biasa menyebutnya Krimea atau Krim saja karena bangsa kita cinta dengan singkatan.”
“Terus pak lanjut...”tatap Soni penasaran.
“Waktu itulah Laksamana Nakhimov—“
Sekejap dek kapal bergoyang kencang seperti terkena sesuatu bersamaan dengan suara ledakan yang memekakkan telinga, disusul oleh sirine kapal yang berbunyi meraung-raung, “Kapal Selam!!”
“Hah mana kapal selamnya?!” seru Soni panik sambil mengambil dan mengibas-ngibaskan sapu ijukya.
“Ya pak, saya mengerti, kita akan berlayar ke sana secepatnya,” Kapten Sudarsono memutus hubungan radio selepas menerima perintah langsung dari Markas Besar TNI AL. Ia ditugaskan untuk berlayar secepatnya ke utara bersama dua kapal pengawalnya yaitu korvet KRI Diponegoro dan KRI Sultan Iskandar Muda. Dua duanya merupakan korvet yang lumayan baru bila dibandingkan dengan kapal-kapal TNI AL lain yang rencananya akan segera di museumkan. Namun situasi yang baru berkembang dalam beberapa jam yang lalu mungkin bisa merubah rencanya tersebut.
Sudarsono kemudian bergegas keluar dari ruangan radio ke anjungan kapal. Dari jendela melihat seorang pelaut sedang berdiri di luar. Sudarsono berjalan keluar, tidak apa-apa lah hanya sebentar ngobrol dengan awak kapal sendiri, pikirnya ia menanggalkan niatnya untuk kembali ke anjungan lalu mendekati pelaut tersebut, “Apa yang kamu lakukan disini?”
Pelaut tersebut menekok kebelakang lalu terkejut, kapten kapal sekarang sudah berada tepat di belakang bahunya, “Ah ngak pak, saya hanya mau melihat-lihat pemandangan...,” katanya memelas.
“Kamu tidak bertugas?”
“Eng..saya lagi istirahat kapten,” matilah aku, pikirnya. Sang kapten tidak mungkin memaafkan seorang pelaut yang kabur dari tugasnya membersihkan dek kapal.
“Oh begitu, nama kamu siapa nak?”
Ternyata diluar dugaanya, Sudarsono tidak langsung menghukum dia, melainkan menanyakan namanya, “Soni kapten..”
“Soni, saya numpang lihat-lihat kalau begitu.”
“Ba..baik kapten,” Soni mulai terbata-bata. Ia sama sekali tidak menduga hal yang baru saja terjadi. Tentu saja kapten boleh berbuat sesukanya.
Keheningan melanda selama beberapa saat, hanya suara ombak yang menepis kapal terdengar, Soni memberanikan dirinya sendiri untuk memulai percakapan, “Lautnya lumayan tenang yah hari ini kapten,” katanya.
“Betul son, padahal pada saat musim hujan seperti ini sangat jarang laut ini bisa tenang seperti saat ini.”
“Mungkinkah ini adalah sebuah pertanda?”
“Son, son,” Sudarsono menepuk bahu pelaut tersebut pelan sambil tertawa, “Dunia sudah modern kamu masih mikirin yang enggak-enggak,” lanjutnya meyindir.
“Saya berpikir sepertinya di balik ketenangan ini akan muncul sesuatu hal yang dashyat pak.”
“Hah, jangan menghayal son!”
“Maaf pak, tapi perasaan yang saya rasakan seperi sekarang ini biasanya selalu betul..”
“Sudah son, mari kita bicarakan hal lain,” Sudarsono mengibaskan telapak tangannya lalu memandang haluan kapal dengan tatapan bangga, “Kamu lihat kapal ini son..”
“Iya pak..”
“Kapal ini bukanlah kapal biasa seperti yang kita punya dahulu, kapal kita ini adalah salah satu kapal tempur terbesar di dunia setelah perang dunia ke-II. Lebih pentingnya lagi, kapal ini di dorong oleh tenaga nuklir.”
“Tapi pak dulu khan kita punya KRI Irian yang besarnya kira-kira hampir sama seperti kapal ini.”
“Son, kapal itu sekarang tidak lebih dari besi tua, sayang memang, tapi apa boleh buat,” Sudarsono memandang ke angkasa, langit kebiru-biruan, burung-burung terbang dengan bebas, “Kamu tahu son, dahulu sebelum serah terima kapal ini dinamakan apa?”
“Eh...,” Mulut Soni tertutup diam, tidak bisa menjawab.
“Laksamana Nakhimov.”
“Hah Laksamana Khimov?” jawab Soni agak lugu. Ia memang mengalami sedikit masalah dalam mengejakan kata-kata yang banyak dipenuhi oleh huruf ‘V’.
“Nakhimov!” seru kaptennya agak emosi, “Kamu ini bagai mana sih son, masa jadi pelaut tapi kapal sendiri tidak tahu asal usulnya...?”
“Ya saya khan cuma pembersih biasa pak..,” kata Soni merendah,
tampaknya Sudarsono masih belum sadar juga bahwa sekarang ia sedang berbicara dengan pembersih kapal biasa bukan ahli sejarah.
“Aduh, ya sudah saya jelaskan deh...”Sudarsono menghela nafas dengan panjang.
“Dia adalah Laksamana Rusia yang lumayan terkenal, dulu sekali sekitar tahun 1800an—“
“Belanda masih ada dong pak?” potong Soni ingin tahu.
“Ya iyalah, aduh kamu dengerin dulu cerita saya...” tegur Sudarsono cemberut. Ia kemudian kembali menatap langit dan melanjutkan, “Dulu sekitar tahun 1850an, terjadilah perang antara negara Inggris, Perancis, serta Turki melawan Rusia. Namanya perang Crimea atau orang sini biasa menyebutnya Krimea atau Krim saja karena bangsa kita cinta dengan singkatan.”
“Terus pak lanjut...”tatap Soni penasaran.
“Waktu itulah Laksamana Nakhimov—“
Sekejap dek kapal bergoyang kencang seperti terkena sesuatu bersamaan dengan suara ledakan yang memekakkan telinga, disusul oleh sirine kapal yang berbunyi meraung-raung, “Kapal Selam!!”
“Hah mana kapal selamnya?!” seru Soni panik sambil mengambil dan mengibas-ngibaskan sapu ijukya.
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(4)
Di suatu tempat dekat Madiun
“Baterai howitzer pertama, tembak!” teriak satu opsir TNI AD mengkomandani awak meriamnya yang sekarang sedang berdiri dengan rapih tepat di belakang meriamnya masing-masing dengan posisi siap. Barisan meriam tersebut melintang hampir sepanjang 500m, beberapa baterai meriam lainnya juga sudah siap untuk menembak.
Kemudian selusin meriam howitzer tersebut serentak menembak, memuntahkan peluru peledak tinggi ke arah langit diikuti dengan howitzer lainnya. Beberapa kilometer ke depan peluru meriam tersebut mulai berjatuhan dari langit bagaikan hujan, ledakan saling susul menyusul, pohon-pohon berjatuhan, tanah dan pasir terhembus ke atas. Bombardemen artillery berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan. Meriam-meriam howitzer 122mm dan 155mm memang merupakan meriam yang cukup ampuh untuk membuka jalan yang nantinya akan dilewati oleh infantri atau panzer darat.
“Baterai roket, tembak!!” perintah opsir tersebut selagi ia mengawasi operasi penembakan meriam. Serentak beberapa detik kemudian lima belas truk peluncur roket BM-21 Grad memuntahkan muatan roket-roketnya tanpa ampun. Total 36 roket per-truk dihabiskan hanya dengan waktu beberapa belas detik. Area yang dibombardemen kini sudah terlihat hancur dan porak-poranda, pohon-pohon berjatuhan, rumah-rumah kayu hancur lebur, meskipun begitu meriam-meriam howitzer TNI AD tetap menembak, memperparah kerusakan yang sudah ada.
Opsir tersebut kini melihat jam tangannya, sudah waktunya bagi grup penyerang untuk beraksi.
Benar, tanpa diberikan aba-aba, maju lah infantri TNI AD yang berjumlah ratusan. Mereka didampingi oleh panser-panser BMP-3 dan tank-tank T-90 yang saling sahut menyahut menembak. Satu tank T-90 terlihat menghancurkan gundukan-gundukan yang menghalangi gerak maju infantri, tank-tank lainnya terus beranjak maju, menghancurkan dan menggilas kawat-kawat berduri yang ada pada saat itu. Sementara tank beraksi prajurit infantri maju secara terkoordinasi, memangkas prajurit-prajurit musuh yang berlindung dan menembak dari parit-parit dengan bantuan meriam gerak.
Dari arah hutan tiba-tiba muncul tank musuh siap menembak, mereka adalah beberapa tank Scorpion dan PT-76 TNI AD yang sudah agak uzur sekarang dijadikan latihan menembak dan dioperasikan dari jauh oleh remote control untuk mensimulasikan pertahanan lapis baja musuh. Prajurit khusus anti-tank dengan cekatan langsung mengoperasikan peluncur roket anti-tank Javelin guna menghancurkan tank-tank musuh yang mencoba menghalangi. Tank PT-76 yang pertama dengan cepat dihancurkan oleh tembakan telak dari meriam 125mm T-90 langsung ke mercu komandonya, memberikan pemandangan spektakuler sekaligus salam sampai jumpa untuk tank-tank tersebut yang sudah mengabdi lama pada TNI. Tank-tank Scorpion yang lebih lincah dihancurkan oleh tembakan-tembakan dari peluncur roket Javelin. Roket khusus dari Javelin meluncur tinggi ke udara sebelum sensor pencari panas roket mulai bekerja dan mengarahkan roket anti-tank tersebut tepat di atas mercu tank-tank Scorpion. Ledakan yang spektakuler kembali tak terhindarkan.
Setelah berhasil menguasai parit-parit pertahanan infantri TNI AD harus berjuang menaiki bukit kecil di ujung akhir tempat simulasi. Bukit tersebut sengaja di pasangi dan di tebarkan dengan ranjau-ranjau maupun bunker-bunker beton yang ditanam di dalam bukit tersebut. Butuh hampir setengah tahun bagi TNI untuk mendapatkan izin dari otoritas setempat karena sifat tempat latihan ini yang berbahaya dan merusak, belum lagi seperti biasa harus berurusan dengan grup-grup penyayang lingkungan yang selalu merongrong setiap saat.
Gencarnya tembakan senapan mesin membuat prajurit TNI mengalami sedikit kesulitan dalam menguasai bukit kecil tersebut namun setelah sempat tertahan sesaat di simulasikan datangnya support dari laut. Dengan koordinasi yang erat antara prajurit infantri TNI dan kapal-kapal TNI AL, satuan-satuan penyerang akhirnya sukses dalam melumpuhkan bunker satu persatu, melewati kawat berduri jengkal demi jengkal sampai akhirnya sampailah dua grup terakhir ke puncak bukit. Bendera hitam yang berarti musuh diturunkan lalu diganti dengan Bendera Merah Putih oleh pembawa pandu yang juga mesti dilindungi dari awal sampai akhir. Pluit tanda berakhirnya simulasi pun dibunyikan oleh sang komandan divisi Mayor Jenderal Rifanza Imam yang sudah mengawasi jalannya simulasi pertempuran dari sebuah menara pengawas.
“Alhamdulillah bagus, bagus sekali,” katanya sambil bertepuk tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya yang sudah mulai botak, “Saya sama sekali tidak percaya bahwa akhirnya semua bisa berjalan dengan baik dan lancar.”
“Ya pak setelah beberapa hari simulasi seperti ini saya rasa kita siap bila memang sudah waktunya,“ salah satu ajudan yang ikut mengawasi dan menemani sang jenderal berbicara. Anggota staf lainnya pun ikut mengganguk setuju.
“Berikutnya simulasi apalagi yang akan dijalankan dikemudian hari?” Rifanza bertanya sambil melihat dari teropongnya para prajurit TNI sedang merayakan naiknya Bendera Merah Putih di bukit tersebut. Ia ikut tersenyum. “Dan sebentar lagi bukit tersebut akan menjadi...,”
“Jadwal simulasi untuk besok adalah—“
Tiba-tiba satu opsir penjaga masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa, ia sempat menubruk staf lain secara keras lalu langsung berlari ke arah Jenderal Rifanza, “Bapak harus melihat ini, ini baru saja datang dari Jakarta,” kata opsir tersebut. Ia memberikan Jenderal Rifanza satu amplop bewarna coklat sambil berusaha bernafas dan menyeka keringatnya. Rifanza langsung merobek amplop tersebut lalu mengambil dan membaca isi surat secara cepat. Ia langsung tercenggang, amplop beserta surat yang berada di dalamnya terjatuh ke lantai, “Astagfirullah, ini benar?”
“Betul pak, ini baru datang dari Jakarta seperti saya bilang tadi,” angguk opsir penjaga yang baru datang.
“Apa yang terjadi pak?” tanya salah satu anggota staf.
“Kita berada dalam situasi de facto perang dengan Malaysia...”
“Baterai howitzer pertama, tembak!” teriak satu opsir TNI AD mengkomandani awak meriamnya yang sekarang sedang berdiri dengan rapih tepat di belakang meriamnya masing-masing dengan posisi siap. Barisan meriam tersebut melintang hampir sepanjang 500m, beberapa baterai meriam lainnya juga sudah siap untuk menembak.
Kemudian selusin meriam howitzer tersebut serentak menembak, memuntahkan peluru peledak tinggi ke arah langit diikuti dengan howitzer lainnya. Beberapa kilometer ke depan peluru meriam tersebut mulai berjatuhan dari langit bagaikan hujan, ledakan saling susul menyusul, pohon-pohon berjatuhan, tanah dan pasir terhembus ke atas. Bombardemen artillery berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan. Meriam-meriam howitzer 122mm dan 155mm memang merupakan meriam yang cukup ampuh untuk membuka jalan yang nantinya akan dilewati oleh infantri atau panzer darat.
“Baterai roket, tembak!!” perintah opsir tersebut selagi ia mengawasi operasi penembakan meriam. Serentak beberapa detik kemudian lima belas truk peluncur roket BM-21 Grad memuntahkan muatan roket-roketnya tanpa ampun. Total 36 roket per-truk dihabiskan hanya dengan waktu beberapa belas detik. Area yang dibombardemen kini sudah terlihat hancur dan porak-poranda, pohon-pohon berjatuhan, rumah-rumah kayu hancur lebur, meskipun begitu meriam-meriam howitzer TNI AD tetap menembak, memperparah kerusakan yang sudah ada.
Opsir tersebut kini melihat jam tangannya, sudah waktunya bagi grup penyerang untuk beraksi.
Benar, tanpa diberikan aba-aba, maju lah infantri TNI AD yang berjumlah ratusan. Mereka didampingi oleh panser-panser BMP-3 dan tank-tank T-90 yang saling sahut menyahut menembak. Satu tank T-90 terlihat menghancurkan gundukan-gundukan yang menghalangi gerak maju infantri, tank-tank lainnya terus beranjak maju, menghancurkan dan menggilas kawat-kawat berduri yang ada pada saat itu. Sementara tank beraksi prajurit infantri maju secara terkoordinasi, memangkas prajurit-prajurit musuh yang berlindung dan menembak dari parit-parit dengan bantuan meriam gerak.
Dari arah hutan tiba-tiba muncul tank musuh siap menembak, mereka adalah beberapa tank Scorpion dan PT-76 TNI AD yang sudah agak uzur sekarang dijadikan latihan menembak dan dioperasikan dari jauh oleh remote control untuk mensimulasikan pertahanan lapis baja musuh. Prajurit khusus anti-tank dengan cekatan langsung mengoperasikan peluncur roket anti-tank Javelin guna menghancurkan tank-tank musuh yang mencoba menghalangi. Tank PT-76 yang pertama dengan cepat dihancurkan oleh tembakan telak dari meriam 125mm T-90 langsung ke mercu komandonya, memberikan pemandangan spektakuler sekaligus salam sampai jumpa untuk tank-tank tersebut yang sudah mengabdi lama pada TNI. Tank-tank Scorpion yang lebih lincah dihancurkan oleh tembakan-tembakan dari peluncur roket Javelin. Roket khusus dari Javelin meluncur tinggi ke udara sebelum sensor pencari panas roket mulai bekerja dan mengarahkan roket anti-tank tersebut tepat di atas mercu tank-tank Scorpion. Ledakan yang spektakuler kembali tak terhindarkan.
Setelah berhasil menguasai parit-parit pertahanan infantri TNI AD harus berjuang menaiki bukit kecil di ujung akhir tempat simulasi. Bukit tersebut sengaja di pasangi dan di tebarkan dengan ranjau-ranjau maupun bunker-bunker beton yang ditanam di dalam bukit tersebut. Butuh hampir setengah tahun bagi TNI untuk mendapatkan izin dari otoritas setempat karena sifat tempat latihan ini yang berbahaya dan merusak, belum lagi seperti biasa harus berurusan dengan grup-grup penyayang lingkungan yang selalu merongrong setiap saat.
Gencarnya tembakan senapan mesin membuat prajurit TNI mengalami sedikit kesulitan dalam menguasai bukit kecil tersebut namun setelah sempat tertahan sesaat di simulasikan datangnya support dari laut. Dengan koordinasi yang erat antara prajurit infantri TNI dan kapal-kapal TNI AL, satuan-satuan penyerang akhirnya sukses dalam melumpuhkan bunker satu persatu, melewati kawat berduri jengkal demi jengkal sampai akhirnya sampailah dua grup terakhir ke puncak bukit. Bendera hitam yang berarti musuh diturunkan lalu diganti dengan Bendera Merah Putih oleh pembawa pandu yang juga mesti dilindungi dari awal sampai akhir. Pluit tanda berakhirnya simulasi pun dibunyikan oleh sang komandan divisi Mayor Jenderal Rifanza Imam yang sudah mengawasi jalannya simulasi pertempuran dari sebuah menara pengawas.
“Alhamdulillah bagus, bagus sekali,” katanya sambil bertepuk tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya yang sudah mulai botak, “Saya sama sekali tidak percaya bahwa akhirnya semua bisa berjalan dengan baik dan lancar.”
“Ya pak setelah beberapa hari simulasi seperti ini saya rasa kita siap bila memang sudah waktunya,“ salah satu ajudan yang ikut mengawasi dan menemani sang jenderal berbicara. Anggota staf lainnya pun ikut mengganguk setuju.
“Berikutnya simulasi apalagi yang akan dijalankan dikemudian hari?” Rifanza bertanya sambil melihat dari teropongnya para prajurit TNI sedang merayakan naiknya Bendera Merah Putih di bukit tersebut. Ia ikut tersenyum. “Dan sebentar lagi bukit tersebut akan menjadi...,”
“Jadwal simulasi untuk besok adalah—“
Tiba-tiba satu opsir penjaga masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa, ia sempat menubruk staf lain secara keras lalu langsung berlari ke arah Jenderal Rifanza, “Bapak harus melihat ini, ini baru saja datang dari Jakarta,” kata opsir tersebut. Ia memberikan Jenderal Rifanza satu amplop bewarna coklat sambil berusaha bernafas dan menyeka keringatnya. Rifanza langsung merobek amplop tersebut lalu mengambil dan membaca isi surat secara cepat. Ia langsung tercenggang, amplop beserta surat yang berada di dalamnya terjatuh ke lantai, “Astagfirullah, ini benar?”
“Betul pak, ini baru datang dari Jakarta seperti saya bilang tadi,” angguk opsir penjaga yang baru datang.
“Apa yang terjadi pak?” tanya salah satu anggota staf.
“Kita berada dalam situasi de facto perang dengan Malaysia...”
Tuesday, June 16, 2009
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(3)
Sebuah pesawat jet terbang melewati Tu-142 Mustopo, “Mig 29 Malaysia pak, mereka sepertinya tidak mau kalah unjuk gigi sama kita!” seru Yon sehabis mengamati pesawat jet tersebut. Pesawat Malaysia tersebut secara berani telah melakukan suatu provokasi dengan mengunci pesawat Tu-142 Mustopo dengan radar misilnya. Mustopo berubah menjadi makin geram namun ia harus tetap bersabar dan menerima kenyataan bahwa pesawatnya, yang besar dan lamban, sangat tidak mungkin dapat berduel dengan pesawat interceptor seperti Sukhoi Malaysia tersebut.
“Malaysian Mig you’re now entering Indonesian airspace, pull back immediately,” Letnan Yon masih tetap berusaha mengusir Mig Malaysia tersebut ketika lampu tanda bahaya misil berbunyi lagi. Pesawat Malaysia tersebut mulai mengunci pesawat Tu-142 Indonesia dengan radar misilnya. Ia sekarang berada tepat dibelakang pesawat Tu-142 Mustapo. Situasi sekarang berubah menjadi agak menegangkan, dari awalnya hanya operasi pengusiran dan patroli bisa saja berubah menjadi sesuatu hal yang lebih serius seperti awal mula peperangan.
“Perlukah kita menyuruh Bone pergi ke senapan belakang pak?” tanya Letnan Yon. Tu-142 pada saat itu memang dilengkapi dengan dua meriam 23mm untuk jaga-jaga. Dalam operasi kali ini meriam dibelakang dibiarkan kosong tidak seperti biasanya karena ada satu personel yang sakit dan tidak bisa ikut terbang. Mustopo hanya menggelengkan kepala, sementara itu keringat mulai menetes di pipinya. Haruskah ia mundur dan mengalah kepada Mig Malaysia yang sekarang sedang mengunci ekor pesawatnya dan berada dalam posisi siap menembak, atau...
Tanda bahaya misil yang sekarang sedang berbunyi tiba-tiba diam mati. Pesawat Sukhoi tersebut tampaknya sudah melepaskan kuncian-nya, namun mengapa begitu? “Lho, dia tiba-tiba pergi pak!” Letnan Yon dengan kebingungan mengamati pesawat Mig Malaysia yang sekarang terbang melewati pesawat mereka dengan tergesa-gesa.
“Apa?!”
“Beep...” radar di tempat Letnan Yani sang opsir persenjataan berbunyi lagi. Tampaknya kali ini ada dua pesawat tempur Malaysia yang berada di udara, “Contact...!”
Satu pesawat terbang melewati Tu-142 mereka, mengejar pesawat Mig Malaysia tersebut, “Ada satu pesawat Mal—“ Letnan Yon menahan nafas. Lambang...dan bentuk pesawat tersebut sudah tidak asing lagi, sayap delta dan sirip kecil di depan, ia adalah Eurofighter Typhoon, pesawat TNI AU terbaru yang langsung dipesan dari pabriknya di German bagian dari program expansi TNI besar-besaran di tahun 2005-2009. Syukurnya lagi, semua pembelian pesawat TNI AU dan alutsista lainnya memakai dana langsung tanpa adanya hutang sedikitpun. Semua ini berkat keputusan pemerintah untuk memaksimalkan produksi sumber daya alam Indonesia yang sebenarnya melimpah ruah. Korupsi? Itu adalah cerita lama bagi Bangsa Indonesia sekarang. Mungkinkah ada dunia lain dimana Bangsa Indonesia adalah bangsa yang lemah dan penuh dengan korupsi..?
“Tenang saja kawan, serahkan pada ahlinya, kalian sudah berusaha baik dengan kapal Malaysia tersebut!” kata pilot dari pesawat Typhoon tersebut berkata dengan semangat dan bangga melalui radio lalu dengan cepat ia langsung tancap gas, bermanuver mengejar Mig yang sekarang berusaha masuk lebih jauh ke teritorial Indonesia.
“Ayo maju bung!” balas Letnan Yon. Terlihat pesawat Typhoon Indonesia dengan gampang meng-outmanouvre pesawat Sukhoi Malaysia yang meskipun mampu melakukan manuver-manuver namun di piloti oleh pilot yang kurang pengalaman. Pesawat Sukhoi Malaysia berusaha untuk kabur dari cengkraman Typhoon namun gagal. Typhoon Indonesia merupakan pesawat yang jauh lebih canggih dan lincah terlebih sistem elektronikanya. Pesawat tersebut bila ia tidak salah ingat adalah salah satu pesawat dari skuadron fighter yang baru didirikan. Tampaknya Bone berhasil melakukan kontak dengan markas yang kemudian mengirim satu pesawat Typhoon tersebut untuk membantu.
“Malaysian Mig, you’re to pull back, pull back to your own airspace or else...,” kali ini pilot Typhoon yang berusaha mengusir Sukhoi Malaysia. Tetapi di luar dugaan, pilot Malaysia tersebut tiba-tiba melompat dari pesawatnya setelah menyalakan after-burner pesawatnya, membiarkan elang besi tersebut terbang tanpa kendali, pesawat tersebut dengan cepat jatuh ke laut dan meledak. Semua awak pesawat Tu-142 beserta Typhoon mendadak tercenggang. Pesawat yang baru jatuh tersebut adalah Mig-29, bukan pesawat murahan yang bisa dijatuhkan begitu saja.
“Astagfirullah apa sudah gila dia?!” Letnan Yon tidak dapat menutup rahangnya. Benar-benar tidak terpikir bahwa pilot Malaysia tersebut akan meng-eject dirinya sendiri dan membiarkan pesawatnya jatuh ke laut. Mustopo menggelengkan kepalanya. Ia juga tidak dapat mempercayai apa yang baru saja terjadi. Yang lebih parahnya lagi pesawat tersebut tepat jatuh dan meledak di laut teritorial Malaysia dan bukan Indonesia. Masalah ini akan menjadi besar tanpa diragukan lagi pikir Mustopo.
Sementara itu, jauh dari sana di atas kapal patroli Malaysia KD Rencong, dua awak kapal sedang sibuk merekam kejadian yang baru saja terjadi dengan sebuah handicam.. “Rencana berhasil,” kata salah satu dari mereka sambil tersenyum.
“Malaysian Mig you’re now entering Indonesian airspace, pull back immediately,” Letnan Yon masih tetap berusaha mengusir Mig Malaysia tersebut ketika lampu tanda bahaya misil berbunyi lagi. Pesawat Malaysia tersebut mulai mengunci pesawat Tu-142 Indonesia dengan radar misilnya. Ia sekarang berada tepat dibelakang pesawat Tu-142 Mustapo. Situasi sekarang berubah menjadi agak menegangkan, dari awalnya hanya operasi pengusiran dan patroli bisa saja berubah menjadi sesuatu hal yang lebih serius seperti awal mula peperangan.
“Perlukah kita menyuruh Bone pergi ke senapan belakang pak?” tanya Letnan Yon. Tu-142 pada saat itu memang dilengkapi dengan dua meriam 23mm untuk jaga-jaga. Dalam operasi kali ini meriam dibelakang dibiarkan kosong tidak seperti biasanya karena ada satu personel yang sakit dan tidak bisa ikut terbang. Mustopo hanya menggelengkan kepala, sementara itu keringat mulai menetes di pipinya. Haruskah ia mundur dan mengalah kepada Mig Malaysia yang sekarang sedang mengunci ekor pesawatnya dan berada dalam posisi siap menembak, atau...
Tanda bahaya misil yang sekarang sedang berbunyi tiba-tiba diam mati. Pesawat Sukhoi tersebut tampaknya sudah melepaskan kuncian-nya, namun mengapa begitu? “Lho, dia tiba-tiba pergi pak!” Letnan Yon dengan kebingungan mengamati pesawat Mig Malaysia yang sekarang terbang melewati pesawat mereka dengan tergesa-gesa.
“Apa?!”
“Beep...” radar di tempat Letnan Yani sang opsir persenjataan berbunyi lagi. Tampaknya kali ini ada dua pesawat tempur Malaysia yang berada di udara, “Contact...!”
Satu pesawat terbang melewati Tu-142 mereka, mengejar pesawat Mig Malaysia tersebut, “Ada satu pesawat Mal—“ Letnan Yon menahan nafas. Lambang...dan bentuk pesawat tersebut sudah tidak asing lagi, sayap delta dan sirip kecil di depan, ia adalah Eurofighter Typhoon, pesawat TNI AU terbaru yang langsung dipesan dari pabriknya di German bagian dari program expansi TNI besar-besaran di tahun 2005-2009. Syukurnya lagi, semua pembelian pesawat TNI AU dan alutsista lainnya memakai dana langsung tanpa adanya hutang sedikitpun. Semua ini berkat keputusan pemerintah untuk memaksimalkan produksi sumber daya alam Indonesia yang sebenarnya melimpah ruah. Korupsi? Itu adalah cerita lama bagi Bangsa Indonesia sekarang. Mungkinkah ada dunia lain dimana Bangsa Indonesia adalah bangsa yang lemah dan penuh dengan korupsi..?
“Tenang saja kawan, serahkan pada ahlinya, kalian sudah berusaha baik dengan kapal Malaysia tersebut!” kata pilot dari pesawat Typhoon tersebut berkata dengan semangat dan bangga melalui radio lalu dengan cepat ia langsung tancap gas, bermanuver mengejar Mig yang sekarang berusaha masuk lebih jauh ke teritorial Indonesia.
“Ayo maju bung!” balas Letnan Yon. Terlihat pesawat Typhoon Indonesia dengan gampang meng-outmanouvre pesawat Sukhoi Malaysia yang meskipun mampu melakukan manuver-manuver namun di piloti oleh pilot yang kurang pengalaman. Pesawat Sukhoi Malaysia berusaha untuk kabur dari cengkraman Typhoon namun gagal. Typhoon Indonesia merupakan pesawat yang jauh lebih canggih dan lincah terlebih sistem elektronikanya. Pesawat tersebut bila ia tidak salah ingat adalah salah satu pesawat dari skuadron fighter yang baru didirikan. Tampaknya Bone berhasil melakukan kontak dengan markas yang kemudian mengirim satu pesawat Typhoon tersebut untuk membantu.
“Malaysian Mig, you’re to pull back, pull back to your own airspace or else...,” kali ini pilot Typhoon yang berusaha mengusir Sukhoi Malaysia. Tetapi di luar dugaan, pilot Malaysia tersebut tiba-tiba melompat dari pesawatnya setelah menyalakan after-burner pesawatnya, membiarkan elang besi tersebut terbang tanpa kendali, pesawat tersebut dengan cepat jatuh ke laut dan meledak. Semua awak pesawat Tu-142 beserta Typhoon mendadak tercenggang. Pesawat yang baru jatuh tersebut adalah Mig-29, bukan pesawat murahan yang bisa dijatuhkan begitu saja.
“Astagfirullah apa sudah gila dia?!” Letnan Yon tidak dapat menutup rahangnya. Benar-benar tidak terpikir bahwa pilot Malaysia tersebut akan meng-eject dirinya sendiri dan membiarkan pesawatnya jatuh ke laut. Mustopo menggelengkan kepalanya. Ia juga tidak dapat mempercayai apa yang baru saja terjadi. Yang lebih parahnya lagi pesawat tersebut tepat jatuh dan meledak di laut teritorial Malaysia dan bukan Indonesia. Masalah ini akan menjadi besar tanpa diragukan lagi pikir Mustopo.
Sementara itu, jauh dari sana di atas kapal patroli Malaysia KD Rencong, dua awak kapal sedang sibuk merekam kejadian yang baru saja terjadi dengan sebuah handicam.. “Rencana berhasil,” kata salah satu dari mereka sambil tersenyum.
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(2)
Tu-142 Combro 05
Sudah hampir satu setengah jam mereka megudara di angkasa. Altimeter pesawat menunjukan altimeter 39.000 kaki di atas permukaan laut, cukup tinggi untuk ukuran pesawat komersial biasa. Di samping kanan jendela cockpit Mustapo dapat melihat sebuah pesawat Boeing 737-400 Garuda Airlines sedang terbang juga di ketinggian yang lebih rendah di bawah. Mustapo dengan teropongnya dapat melihat penumpang pesawat sipil tersebut sedang tercenggang melihat kemampuan Tu-142 yang meskipun masih di dorong dengan baling-baling dapat mengejar pesawat mereka yang sudah dilengkapi dengan mesin jet turbofan bahkan terbang di ketinggian yang lebih tinggi, memang Tu-142 sampai saat ini masih merupakan pesawat turboprop tercepat sedunia.
Speaker radio tiba-tiba berbunyi, memecahkan keheningan di cockpit pesawat Tu-142, “Combro 05, report Garuda 737 in sight.”
“Combro 05 here, roger, we have Garuda 737 in sight,” balas Mustapo kepada menara darat. Ia kemudian menyalakan radar doppler untuk mengkonfirmasi keberadaan 737 tersebut. Hasilnya adalah positif. Terlihat beberapa pesawat komersil lain yang terbang lebih rendah, rutinnya sekitar 10.000 sampai 30.000 kaki. Tidak seperti pesawat modern lain-nya Tupolev-142 tidak dilengkapi dengan TCAS atau sistem penghimbau tabrakan otomatis melainkan Tu-142 hanya dilengkapi radar anti-kapal dan anti-kapal selam yang sudah lumayan kuno namun masih ampu jika benar-benar dibutuhkan.
“Kita akan mendekati objektif dalam beberapa menit lagi kapten,” seru sang navigator, Bone, sambil mengubah-ubah instrumen GPS-nya. Untungnya bagi para pilot Tu-142, TNI AU masih mau berbaik hati dengan memasang alat navigasi GPS ke sistem navigasi pesawat yang masih berbasis tahun 1950an, GPS yang dipasang pun tidak bisa dibilang canggih juga namun cukup untuk melakukan patroli sehari-hari. Sebelum adanya GPS di Tu-142, pilot-pilot TNI AU harus menghitung posisi pesawat hanya dengan kompas atau bantuan artifisial lainnya seperti posisi bintang dan matahari. Itu juga kalau cuaca sedang dalam kondisi yang baik.
“Kita sudah berada di dalam posisi patroli kapten,” tambah Bone beberapa menit kemudian. Sekarang tugas mereka hanyalah berputar-putar di atas lokasi, memastikan bahwa tidak ada kapal maupun pesawat asing yang memasuki teritorial Indonesia seenaknya. Sebelum adanya Skuadron Patroli Jarak Jauh TNI Angkatan Laut harus bekerja keras siang dan malam untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun kapal asing yang berani melanggar garis perbatasan laut Indonesia yang besarnya berjuta-juta mil persegi. Dari Sabang sampai Merauke terbentang pulau-pulau yang harus...dijaga.
“Lakukan pola patroli standar Yon, hari ini kita akan turun ke 10.000 kaki,” Mustapo menurunkan saklar auto-pilot lalu menekan tuas kendali turun, jarum altimeter mulai berputar menunjukan ketinggian pesawat yang semakin menurun. Angka-angka huruf Cirilik Rusia memang cukup aneh, seperti huruf Arab saja pikir Mustapo sambil tersenyum sendiri. Wing lain di dalam skuadron sudah cukup beruntung tidak seperti dia karena sebentar lagi mereka akan diberikan alutsista baru yaitu pesawat patroli P-3 Orion dan P-8 Poseidon yang merupakan produksi barat dan tentunya menggunakan huruf-huruf Latin bukan Cirilik.
“Roger captain, all radar set to on, executing standard patrol pattern, “ sekarang kendali pesawat berada di tangan Letnan Yon. Pesawat masih terus menurun. Semua awak pesawat dapat dengan jelas melihat laut blok Ambalat yang cukup luas. Akhir-akhir ini beberapa pesawat patroli Tu-142 lain-nya sering melaporkan pelanggaran-pelanggaran dari kapal-kapal patroli Malaysia. Kebanyakan memang hanya lewat beberapa mil ke dalam wilayah laut Indonesia namun sudah cukup bagi pesawat patroli lain untuk membuka isi perutnya, memperlihatkan beberapa buah misil KH-41 Moskit yang sudah siap diluncurkan. Namun seperti biasa, namanya juga orang Malaysia, mereka langsung ‘ngambek’ istilahnya dengan melapor sampai ke PBB dengan alasan bahwa mereka sering di ancam oleh pesawat-pesawat Indonesia. Kalau tidak berani bersengketa ya tidak usah...
Dua jam telah berlalu sejak Tu-142 Combro 05 memulai patroli satu harinya. Tu-142 dapat terbang hampir 6500 kilometer lebih non-stop tanpa harus mengisi bahan bakar. Dalam hal ini berarti waktu berpatroli dapat meningkat hingga hampir satu hari lebih, berputar-putar diatas lokasi tanpa harus beranjak pergi ke tempat lain. Tidak ada hal yang signifikan terjadi dalam jangka waktu tersebut ketika...
“Beep...beep,” radar anti-kapal berbunyi. Letnan Yani yang tadinya hampir tertidur langsung terloncat duduk. Ia langsung mengecek radar yang sekarang sedang berbunyi. Di sampingnya sudah ia siapkan peta teritorial laut Indonesia, “Contact, unknown ship, bearing 35 degrees North!”
“Dimengerti letnan, “ balas Yon, ia menatap Mustapo kapten-nya sendiri. Tatapan-nya seperti berbunyi “Kapten, kita harus melakukan sesuatu.”
“Yon, putar pesawat ke arah 180, kita lihat sendiri kontak secara visual,” tanpa menunggu lama Letnan Yon langsung membelokan pesawat secara tajam ke arah 35 derajat Utara. Mengarah ke perbatasan Malaysia-Indonesia. Sepertinya akan ada hal baru yang akan terjadi.
“Identified, Malaysian Patrol Boat, mereka orang Malaysia pak!” seru Letnan Yon setelah melihat titik di horizon yang lama-lama membesar berubah bentuk menjadi sebuah kapal patroli Malaysia. Mereka telah memasuki dan melanggar teritorial Indonesia secara jelas. Mustapo berpikir bahwa ia harus memberikan sedikit pelajaran kepada orang-orang Malaysia yang arogan itu.
“Saya ambil kendali, Yon kamu terus awasi gerak-gerik kapal tersebut!” Kini kemudi berganti ke Kapten Mustapo, ia menurunkan pesawat secara tajam ke laut. Langsung mendekati kapal Malaysia tersebut. Jarum altimeter berputar dengan kencang menunjukan ketinggian sekitar 3000 kaki dan terus menurun secara drastis. Lampu merah dari tanda bahaya pesawat menyala, menunjukan bahwa kecepatan pesawat sudah melebihi batas yang dianjurkan. Tu-142 Combro 05 terbang lansung di atas kapal patroli Malaysia secara dekat.
“KD Rencong,” terbaca di dek kapal patroli Malaysia tersebut. Terlihat juga awak kapal Malaysia sudah siap mengantisipasi Tu-142 yang mendekat. Jari hanya beberapa senti meter di depan pelatuk tetapi karena kuatnya mesin pesawat membuat kapal patroli Malaysia tersebut sampai oleng ke kiri dan ke kanan. Awak kapal terlihat berusaha menjaga keseimbangan mereka agar tidak jatuh. Humiliasi yang pertama pikir Mustapo sambil tersenyum.
Hanya beberapa kaki sebelum permukaan laut Mustapo menaikan pesawat ke atas dan memutarkan pesawat balik ke arah kapal Malaysia tersebut,“Bone, kontak kapal patroli Indonesia yang terdekat, kontak juga markas besar!”
“Siap pak!” Bone langsung bekerja dengan radio yang berada di depan-nya.
Sementara itu kembali ke cockpit Letnan Yon memutar knob radio ke frequensi standar kapal Malaysia, “Malaysian patrol boat, you’re trespassing Indonesian territority, you have to pull back to your own territority as soon as possible!”
“T..tapi pesawat anda lah yang melewati batas teritorial diraja Malaysia pak!” balas kapten Malaysia tersebut secara agak ragu-ragu dengan aksen Melayu yang tampak dilebih-lebihkan. Tampaknya mereka tahu juga bahwa Tu-142 Mustapo saat itu membawa beberapa misil KH-41 anti-kapal yang akan dengan cepat menghancurkan kapal patroli Malaysia tersebut jika memang di butuhkan. Kenekatan bukan salah satu sifat dari orang-orang Malaysia kelihatanya, tetap mereka masih memperlihatkan sikap ke-aroganan mereka yang sungguh menyebalkan.
“Mundur atau...!” Darah merah mengalir ke otak Mustapo, emosinya bertambah naik. Mustapo menukikan pesawatnya tepat di atas kapal patroli Malaysia lagi. Hanya beberapa inchi sebelum sayap Tu-142 Mustapo menyentuh tiang radio kapal patroli Malaysia tersebut. Mustapo dan Letnan Yon dapat dengan jelas melihat wajah kapten kapal Malaysia tersebut yang sekarang sedang berdiri di atas anjungan kapal, tercenggang dengan kenekatan dan keberanian Bangsa Indonesia.
“Mundur sekarang juga!” Mustapo memerintah. Kapal patroli Malaysia tersebut akhirnya tunduk juga. Ia dengan cepat berputar balik 180 derajat ke arah laut Malaysia dengan Tu-142 Mustapo mengikuti dari belakang. Deruan mesin-mesin Tu-142 serasa mengusir kapal Malaysia tersebut tanpa ampun. Setelah beberapa mil sebelum perbatasan Mustapo akhirnya memutar pesawatnya meninggalkan Kapal Patroli Malaysia sendiri sebelum tiba-tiba hal yang tidak diduga terjadi....
Alarm pesawat tiba-tiba berbunyi kencang, satu lampu merah dengan label bertuliskan “Raketnaja Preduprezhdenie” menyala...
Sudah hampir satu setengah jam mereka megudara di angkasa. Altimeter pesawat menunjukan altimeter 39.000 kaki di atas permukaan laut, cukup tinggi untuk ukuran pesawat komersial biasa. Di samping kanan jendela cockpit Mustapo dapat melihat sebuah pesawat Boeing 737-400 Garuda Airlines sedang terbang juga di ketinggian yang lebih rendah di bawah. Mustapo dengan teropongnya dapat melihat penumpang pesawat sipil tersebut sedang tercenggang melihat kemampuan Tu-142 yang meskipun masih di dorong dengan baling-baling dapat mengejar pesawat mereka yang sudah dilengkapi dengan mesin jet turbofan bahkan terbang di ketinggian yang lebih tinggi, memang Tu-142 sampai saat ini masih merupakan pesawat turboprop tercepat sedunia.
Speaker radio tiba-tiba berbunyi, memecahkan keheningan di cockpit pesawat Tu-142, “Combro 05, report Garuda 737 in sight.”
“Combro 05 here, roger, we have Garuda 737 in sight,” balas Mustapo kepada menara darat. Ia kemudian menyalakan radar doppler untuk mengkonfirmasi keberadaan 737 tersebut. Hasilnya adalah positif. Terlihat beberapa pesawat komersil lain yang terbang lebih rendah, rutinnya sekitar 10.000 sampai 30.000 kaki. Tidak seperti pesawat modern lain-nya Tupolev-142 tidak dilengkapi dengan TCAS atau sistem penghimbau tabrakan otomatis melainkan Tu-142 hanya dilengkapi radar anti-kapal dan anti-kapal selam yang sudah lumayan kuno namun masih ampu jika benar-benar dibutuhkan.
“Kita akan mendekati objektif dalam beberapa menit lagi kapten,” seru sang navigator, Bone, sambil mengubah-ubah instrumen GPS-nya. Untungnya bagi para pilot Tu-142, TNI AU masih mau berbaik hati dengan memasang alat navigasi GPS ke sistem navigasi pesawat yang masih berbasis tahun 1950an, GPS yang dipasang pun tidak bisa dibilang canggih juga namun cukup untuk melakukan patroli sehari-hari. Sebelum adanya GPS di Tu-142, pilot-pilot TNI AU harus menghitung posisi pesawat hanya dengan kompas atau bantuan artifisial lainnya seperti posisi bintang dan matahari. Itu juga kalau cuaca sedang dalam kondisi yang baik.
“Kita sudah berada di dalam posisi patroli kapten,” tambah Bone beberapa menit kemudian. Sekarang tugas mereka hanyalah berputar-putar di atas lokasi, memastikan bahwa tidak ada kapal maupun pesawat asing yang memasuki teritorial Indonesia seenaknya. Sebelum adanya Skuadron Patroli Jarak Jauh TNI Angkatan Laut harus bekerja keras siang dan malam untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun kapal asing yang berani melanggar garis perbatasan laut Indonesia yang besarnya berjuta-juta mil persegi. Dari Sabang sampai Merauke terbentang pulau-pulau yang harus...dijaga.
“Lakukan pola patroli standar Yon, hari ini kita akan turun ke 10.000 kaki,” Mustapo menurunkan saklar auto-pilot lalu menekan tuas kendali turun, jarum altimeter mulai berputar menunjukan ketinggian pesawat yang semakin menurun. Angka-angka huruf Cirilik Rusia memang cukup aneh, seperti huruf Arab saja pikir Mustapo sambil tersenyum sendiri. Wing lain di dalam skuadron sudah cukup beruntung tidak seperti dia karena sebentar lagi mereka akan diberikan alutsista baru yaitu pesawat patroli P-3 Orion dan P-8 Poseidon yang merupakan produksi barat dan tentunya menggunakan huruf-huruf Latin bukan Cirilik.
“Roger captain, all radar set to on, executing standard patrol pattern, “ sekarang kendali pesawat berada di tangan Letnan Yon. Pesawat masih terus menurun. Semua awak pesawat dapat dengan jelas melihat laut blok Ambalat yang cukup luas. Akhir-akhir ini beberapa pesawat patroli Tu-142 lain-nya sering melaporkan pelanggaran-pelanggaran dari kapal-kapal patroli Malaysia. Kebanyakan memang hanya lewat beberapa mil ke dalam wilayah laut Indonesia namun sudah cukup bagi pesawat patroli lain untuk membuka isi perutnya, memperlihatkan beberapa buah misil KH-41 Moskit yang sudah siap diluncurkan. Namun seperti biasa, namanya juga orang Malaysia, mereka langsung ‘ngambek’ istilahnya dengan melapor sampai ke PBB dengan alasan bahwa mereka sering di ancam oleh pesawat-pesawat Indonesia. Kalau tidak berani bersengketa ya tidak usah...
Dua jam telah berlalu sejak Tu-142 Combro 05 memulai patroli satu harinya. Tu-142 dapat terbang hampir 6500 kilometer lebih non-stop tanpa harus mengisi bahan bakar. Dalam hal ini berarti waktu berpatroli dapat meningkat hingga hampir satu hari lebih, berputar-putar diatas lokasi tanpa harus beranjak pergi ke tempat lain. Tidak ada hal yang signifikan terjadi dalam jangka waktu tersebut ketika...
“Beep...beep,” radar anti-kapal berbunyi. Letnan Yani yang tadinya hampir tertidur langsung terloncat duduk. Ia langsung mengecek radar yang sekarang sedang berbunyi. Di sampingnya sudah ia siapkan peta teritorial laut Indonesia, “Contact, unknown ship, bearing 35 degrees North!”
“Dimengerti letnan, “ balas Yon, ia menatap Mustapo kapten-nya sendiri. Tatapan-nya seperti berbunyi “Kapten, kita harus melakukan sesuatu.”
“Yon, putar pesawat ke arah 180, kita lihat sendiri kontak secara visual,” tanpa menunggu lama Letnan Yon langsung membelokan pesawat secara tajam ke arah 35 derajat Utara. Mengarah ke perbatasan Malaysia-Indonesia. Sepertinya akan ada hal baru yang akan terjadi.
“Identified, Malaysian Patrol Boat, mereka orang Malaysia pak!” seru Letnan Yon setelah melihat titik di horizon yang lama-lama membesar berubah bentuk menjadi sebuah kapal patroli Malaysia. Mereka telah memasuki dan melanggar teritorial Indonesia secara jelas. Mustapo berpikir bahwa ia harus memberikan sedikit pelajaran kepada orang-orang Malaysia yang arogan itu.
“Saya ambil kendali, Yon kamu terus awasi gerak-gerik kapal tersebut!” Kini kemudi berganti ke Kapten Mustapo, ia menurunkan pesawat secara tajam ke laut. Langsung mendekati kapal Malaysia tersebut. Jarum altimeter berputar dengan kencang menunjukan ketinggian sekitar 3000 kaki dan terus menurun secara drastis. Lampu merah dari tanda bahaya pesawat menyala, menunjukan bahwa kecepatan pesawat sudah melebihi batas yang dianjurkan. Tu-142 Combro 05 terbang lansung di atas kapal patroli Malaysia secara dekat.
“KD Rencong,” terbaca di dek kapal patroli Malaysia tersebut. Terlihat juga awak kapal Malaysia sudah siap mengantisipasi Tu-142 yang mendekat. Jari hanya beberapa senti meter di depan pelatuk tetapi karena kuatnya mesin pesawat membuat kapal patroli Malaysia tersebut sampai oleng ke kiri dan ke kanan. Awak kapal terlihat berusaha menjaga keseimbangan mereka agar tidak jatuh. Humiliasi yang pertama pikir Mustapo sambil tersenyum.
Hanya beberapa kaki sebelum permukaan laut Mustapo menaikan pesawat ke atas dan memutarkan pesawat balik ke arah kapal Malaysia tersebut,“Bone, kontak kapal patroli Indonesia yang terdekat, kontak juga markas besar!”
“Siap pak!” Bone langsung bekerja dengan radio yang berada di depan-nya.
Sementara itu kembali ke cockpit Letnan Yon memutar knob radio ke frequensi standar kapal Malaysia, “Malaysian patrol boat, you’re trespassing Indonesian territority, you have to pull back to your own territority as soon as possible!”
“T..tapi pesawat anda lah yang melewati batas teritorial diraja Malaysia pak!” balas kapten Malaysia tersebut secara agak ragu-ragu dengan aksen Melayu yang tampak dilebih-lebihkan. Tampaknya mereka tahu juga bahwa Tu-142 Mustapo saat itu membawa beberapa misil KH-41 anti-kapal yang akan dengan cepat menghancurkan kapal patroli Malaysia tersebut jika memang di butuhkan. Kenekatan bukan salah satu sifat dari orang-orang Malaysia kelihatanya, tetap mereka masih memperlihatkan sikap ke-aroganan mereka yang sungguh menyebalkan.
“Mundur atau...!” Darah merah mengalir ke otak Mustapo, emosinya bertambah naik. Mustapo menukikan pesawatnya tepat di atas kapal patroli Malaysia lagi. Hanya beberapa inchi sebelum sayap Tu-142 Mustapo menyentuh tiang radio kapal patroli Malaysia tersebut. Mustapo dan Letnan Yon dapat dengan jelas melihat wajah kapten kapal Malaysia tersebut yang sekarang sedang berdiri di atas anjungan kapal, tercenggang dengan kenekatan dan keberanian Bangsa Indonesia.
“Mundur sekarang juga!” Mustapo memerintah. Kapal patroli Malaysia tersebut akhirnya tunduk juga. Ia dengan cepat berputar balik 180 derajat ke arah laut Malaysia dengan Tu-142 Mustapo mengikuti dari belakang. Deruan mesin-mesin Tu-142 serasa mengusir kapal Malaysia tersebut tanpa ampun. Setelah beberapa mil sebelum perbatasan Mustapo akhirnya memutar pesawatnya meninggalkan Kapal Patroli Malaysia sendiri sebelum tiba-tiba hal yang tidak diduga terjadi....
Alarm pesawat tiba-tiba berbunyi kencang, satu lampu merah dengan label bertuliskan “Raketnaja Preduprezhdenie” menyala...
Perang Indonesia-Malaysia di dunia lain...(1)
Dibuat untuk negara Indonesia yang tercinta, menghayal sedikit tidak apa apa khan?
2 Juni, 2009 Lanud Hasanuddin - Subuh
Lautan luas bukan masalah untuk TNI AU, hari ini pun SPJR atau Skuadron Patroli Jarak Jauh TNI AU akan memulai patrolinya lagi. Patroli rutin ke seluruh batas-batas perbatasan Indonesia sejak skuadron tersebut didirikan beberapa tahun yang lalu untuk tetap menjaga kedaulatan Indonesia. Tak tanggung-tanggung, skuadron tersebut telah di lengkapi dengan hampir selusin pesawat Tupolev Tu-142 yang telah didapatkan dari beberapa negara eks-Uni Soviet.
Tu-142 Combro 05 adalah salah satunya. Kali ini ia dikomandani oleh Kapten Mustopo dan ditugaskan untuk berpatroli di daerah blok Ambalat. Salah satu daerah perbatasan yang rawan dilanggar oleh kapal-kapal Malaysia. Perih memang rasanya tidak dapat berbuat apa-apa jika melihat pelanggaran seperti itu. Mustopo bersyukur kepada Allah SWT bahwa dia hari ini tidak akan merasakan ketidakberdayaan seperti itu. Mungkin di dunia lain, di mana Indonesia merupakan salah satu negara besar tetapi lemah tidak berdaya.
Di landasan pacu sudah bersiap-siap dua pesawat Tu-142 yang lain, siap untuk lepas landas begitu mendapat izin dari ATC. Kembali ke apron, dimana Mustopo masih sibuk mempersiapkan pesawatnya untuk keberangkatan. Ia sedang mengutak-atik sistem navigasi pesawat Tu-142 yang agak rumit tersebut agar cocok sesuai dengan rute yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh komandan skuadron. Mesin pesawat sendiri masih tetap berada dalam posisi mati saat dua orang pilot menaiki pesawat tersebut.
"Assalamu'alaikum Kapten!" kata salah seorang pendatang baru tersebut. Mustopo membalas salamnya sambil tersenyum menghadap keluar dari pintu cockpit. Ia membalas senyuman sang kapten lalu kemudian duduk ke kursi di belakang cockpit khusus untuk operator persenjataan. Ia adalah Letnan Yani, salah satu kru Mustapa yang ahli dalam persenjataan.
Kemudian salah satu dari ketiga pilot yang baru datang menepuk bahu Mustopo, "Ada yang bisa saya bantu kapten," ia duduk di sebelah Mustopo.
Mustapa tersenyum,"Ah kamu, saya kira siapa," katanya selagi memencet tiga buah saklar sekaligus, "Letnan Yon, kamu tolong siapkan mesin ya, bentar lagi kita akan ignition."
"Siap kapten!"
"Si Bone sudah datang belum Yon ngomong-ngomong?"
"Waduh, saya kurang tahu kapten...tapi yang pastinya dia sudah selesai sholat Subuh." Letnan Yon berkata sambil mengusap-usap dahinya. Tampaknya Bone, sang navigator masih sibuk menyantap makanan paginya di barak pilot pikir Mustapo sedangkan mereka sudah hampir lewat dari jadwal yang sudah ditentukan.
"Brak," suara orang jatuh tersandung. Terdengar Letnan Yani tertawa terbahak-bahak di belakang cockpit. Ternyata yang baru terjatuh adalah Bone. Ia terlalu tergesa memasuki pesawat sampai ia tersandung dan terjatuh.
"Kemana saja sih kamu, nanti setelah misi kamu harus lari mengitari landasan pacu dua kali!" seru Kapten Mustopo dengan ketus kepada Bone yang sekarang setelah bangkit tergesa-gesa memasang sabuk pengaman dan helm.
"Y..ya mengerti kapten!" ia menjawab dengan terbata-bata.
"Sudah! Sudah! Cukup! Kita mulai prosedur standar!" Kapten Mustapo menukarn buku manual navigasi ke dalam kantong di khusus di sebelah bangku cockpitnya dengan buku checklist, "Engine start-checklist!"
"Battery check!" peraturan mengharuskan para pilot untuk memulai prosedur penerbangan dan komunikasi dalam Bahasa Inggris standar. Salah satu program untuk meningkatkan kemampuan pilot-pilot TNI AU dalam menguasai Bahasa Inggris dan agar mereka semua bisa berkualifikasi dengan standar internasional.
Yon mengecek posisi saklar baterai sekali lagi, saklar tersebut berada dalam posisi "vooruzhennyy" yang berarti menyala dalam bahasa Indonesia. Malang, Bahasa Rusia juga merupakan salah satu kewajiban untuk para pilot TNI AU. "Aye, battery check, captain!"
"Fuel pumps?"
"Fuel pumps 1,2,3,4 set to on!" seru Yon sambil memutar keempat knob pompa bahan bakar secara berurutan yang nantinya akan memberikan suplai bahan bakar ke mesin. Terdengar samar-samar suara pompa berjalan.
"Throttle?"
Yon menarik ke-empat tuas pegas mesin ke posisi IDLE, "Throttle set to IDLE!"
"Ignition Engine No.1!"
"Ignition!" dengan sigap Yon memutar kunci starter mesin pertama. Di luar delapan bilah mesin Kuznetsov NK-12, empat bilah per baling-baling, mulai bergerak dan berputar. Mesin Kuznetsov NK-12 mempunyai dua set baling-baling yang saling berputar secara berlawanan, memberikan mesin tersebut kemampuan lebih dibandingkan mesin konvensional biasa.
Satu persatu secara berurutan keempat mesin Tu-142 tersebut sudah menyala dan berderu dengan kencang. Mustopo melihat keluar cockpit untuk memastikan bahwa semua mesin sudah berjalan secara normal, "All engine started!" Ia memperlihatkan ibu jarinya kepada para teknisi di luar pesawat untuk memberi tanda bahwa semuanya berjalan dengan baik.
Mustopo memasang dan mengencangkan helm pilotnya. Ia kemudian menekan tombol transmisi, "Tower, this is Combro 05, we're ready for taxi to runway."
"Roger that Combro 05, clear for taxi, you're to follow Su-30 to runway 31 hold short until you're given clearance."
"Acknowledge tower, clear for taxi, follow Su-30 to runway 31, hold short until clearance are given," kali ini untungnya pesawat Mustapo diparkir dengan posisi hidung menghadap ke taxiway yang memberikan keuntungan lebih yaitu pesawat tidak perlu melakukan push-back.
"Ground Power Unit off, throttle to 15%! Mustapo mulai menekan tuas pegas maju. Keempat mesin Kuznetsov NK-12 mulai mendorong roda-roda Tupolev-142 maju. Perlahan tapi pasti pesawat mulai berjalan dari tempat parkir ke taxiway, mengikuti sebuah Mig-29 sampai ke landasan 31.
Terdengar transmisi dari tower ke Su-30 yang sekarang sudah siap berada di belakang landasan pacu 31, "Elang 01, you are clear for take-off," Su-30 tersebut mulai menancap gas lalu akhirnya lepas landas. Tampak jelas siluet matahari yang baru akan menyingsing, benar-benar pemandangan yang elok.
Mustapo menekan pedal sirip dan memutar pesawatnya sembilan puluh derajat memasuki landasan pacu. "Flaps at 15 percent, Landing Lights ON, GPS Set, Crew Status?"
"Navigator ready!"
"Weapons ready!"
"Flight Officer ready!"
"Combro 05, you're clear for take-off!"
"Roger tower, clear for take-off!"
"Bismillah..," Mustapo mendorong tuas pegas secara perlahan sampai mentok. Keempat mesin Kuznetsov NK-12 menderu dengan keras dan kencang, mendorong pesawat Tu-142 maju dengan cepat.
"80 knots!"
Jalan pesawat semakin kencang, Mustapa melihat bendera merah putih berkibar secara gagah di atas tower ATC. Tanpa sadar ia menaikan tangannya dari tuas pegas lalu memberikan hormat ke pada sang merah putih.
"V1"
Mustapo menarik tuas kemudi secara perlahan-lahan ke atas. Menaikan moncong pesawat ke atas, "Rotate!"
"V2!!"
Roda pesawat terakhir akhirnya terangkat dari aspal landasan. Pesawat mulai terbang dan menjauhi landasan pacu. Meninggalkan tanah Sulawesi jauh di bawah. Deruan mesin membuat belasan anak-anak sekeliling lapangan terbang berlari dan melihat. Lambang pentagonal yang bewarna merah dan putih bercahaya terang memantulkan sinar matahari pagi.
"Gear up!"
Letnon Yon berusaha mengangkat badannya untuk meraih tuas roda. Gravitasi membuat berat badan-nya terasa lebih berat tapi akhirnya ia mampu menarik tuas roda keatas. Menaikan roda masuk ke dalam badan pesawat secara keras. Lampu bewarna hijau menyala, 'Uskoreniye' "Gear locked!!"
"Combro 05, you're to proceed to your assigned route, clear for 45.000 feet."
"Roger tower, proceed to our assigned route, clear for 45.00 feet," Mustapo memutar knob auto pilot yang meskipun sederhana bisa sedikit melonggarkan tugasnya. Sistem auto-pilot Tu-124 masih sama dengan sistem auto-pilot yang di rancang tahun 1950an.
Pesawat tiba-tiba bergoyang, turbulensi dari Su-30 yang baru saja lepas landas telah membuat pesawat mereka berguncang sedikit. Bukan masalah besar bagi sang beruang Tu-142 yang sekarang sedang menuju lautan luas, menjauhi pulau Sulawesi di belakang.
(bersambung)
2 Juni, 2009 Lanud Hasanuddin - Subuh
Lautan luas bukan masalah untuk TNI AU, hari ini pun SPJR atau Skuadron Patroli Jarak Jauh TNI AU akan memulai patrolinya lagi. Patroli rutin ke seluruh batas-batas perbatasan Indonesia sejak skuadron tersebut didirikan beberapa tahun yang lalu untuk tetap menjaga kedaulatan Indonesia. Tak tanggung-tanggung, skuadron tersebut telah di lengkapi dengan hampir selusin pesawat Tupolev Tu-142 yang telah didapatkan dari beberapa negara eks-Uni Soviet.
Tu-142 Combro 05 adalah salah satunya. Kali ini ia dikomandani oleh Kapten Mustopo dan ditugaskan untuk berpatroli di daerah blok Ambalat. Salah satu daerah perbatasan yang rawan dilanggar oleh kapal-kapal Malaysia. Perih memang rasanya tidak dapat berbuat apa-apa jika melihat pelanggaran seperti itu. Mustopo bersyukur kepada Allah SWT bahwa dia hari ini tidak akan merasakan ketidakberdayaan seperti itu. Mungkin di dunia lain, di mana Indonesia merupakan salah satu negara besar tetapi lemah tidak berdaya.
Di landasan pacu sudah bersiap-siap dua pesawat Tu-142 yang lain, siap untuk lepas landas begitu mendapat izin dari ATC. Kembali ke apron, dimana Mustopo masih sibuk mempersiapkan pesawatnya untuk keberangkatan. Ia sedang mengutak-atik sistem navigasi pesawat Tu-142 yang agak rumit tersebut agar cocok sesuai dengan rute yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh komandan skuadron. Mesin pesawat sendiri masih tetap berada dalam posisi mati saat dua orang pilot menaiki pesawat tersebut.
"Assalamu'alaikum Kapten!" kata salah seorang pendatang baru tersebut. Mustopo membalas salamnya sambil tersenyum menghadap keluar dari pintu cockpit. Ia membalas senyuman sang kapten lalu kemudian duduk ke kursi di belakang cockpit khusus untuk operator persenjataan. Ia adalah Letnan Yani, salah satu kru Mustapa yang ahli dalam persenjataan.
Kemudian salah satu dari ketiga pilot yang baru datang menepuk bahu Mustopo, "Ada yang bisa saya bantu kapten," ia duduk di sebelah Mustopo.
Mustapa tersenyum,"Ah kamu, saya kira siapa," katanya selagi memencet tiga buah saklar sekaligus, "Letnan Yon, kamu tolong siapkan mesin ya, bentar lagi kita akan ignition."
"Siap kapten!"
"Si Bone sudah datang belum Yon ngomong-ngomong?"
"Waduh, saya kurang tahu kapten...tapi yang pastinya dia sudah selesai sholat Subuh." Letnan Yon berkata sambil mengusap-usap dahinya. Tampaknya Bone, sang navigator masih sibuk menyantap makanan paginya di barak pilot pikir Mustapo sedangkan mereka sudah hampir lewat dari jadwal yang sudah ditentukan.
"Brak," suara orang jatuh tersandung. Terdengar Letnan Yani tertawa terbahak-bahak di belakang cockpit. Ternyata yang baru terjatuh adalah Bone. Ia terlalu tergesa memasuki pesawat sampai ia tersandung dan terjatuh.
"Kemana saja sih kamu, nanti setelah misi kamu harus lari mengitari landasan pacu dua kali!" seru Kapten Mustopo dengan ketus kepada Bone yang sekarang setelah bangkit tergesa-gesa memasang sabuk pengaman dan helm.
"Y..ya mengerti kapten!" ia menjawab dengan terbata-bata.
"Sudah! Sudah! Cukup! Kita mulai prosedur standar!" Kapten Mustapo menukarn buku manual navigasi ke dalam kantong di khusus di sebelah bangku cockpitnya dengan buku checklist, "Engine start-checklist!"
"Battery check!" peraturan mengharuskan para pilot untuk memulai prosedur penerbangan dan komunikasi dalam Bahasa Inggris standar. Salah satu program untuk meningkatkan kemampuan pilot-pilot TNI AU dalam menguasai Bahasa Inggris dan agar mereka semua bisa berkualifikasi dengan standar internasional.
Yon mengecek posisi saklar baterai sekali lagi, saklar tersebut berada dalam posisi "vooruzhennyy" yang berarti menyala dalam bahasa Indonesia. Malang, Bahasa Rusia juga merupakan salah satu kewajiban untuk para pilot TNI AU. "Aye, battery check, captain!"
"Fuel pumps?"
"Fuel pumps 1,2,3,4 set to on!" seru Yon sambil memutar keempat knob pompa bahan bakar secara berurutan yang nantinya akan memberikan suplai bahan bakar ke mesin. Terdengar samar-samar suara pompa berjalan.
"Throttle?"
Yon menarik ke-empat tuas pegas mesin ke posisi IDLE, "Throttle set to IDLE!"
"Ignition Engine No.1!"
"Ignition!" dengan sigap Yon memutar kunci starter mesin pertama. Di luar delapan bilah mesin Kuznetsov NK-12, empat bilah per baling-baling, mulai bergerak dan berputar. Mesin Kuznetsov NK-12 mempunyai dua set baling-baling yang saling berputar secara berlawanan, memberikan mesin tersebut kemampuan lebih dibandingkan mesin konvensional biasa.
Satu persatu secara berurutan keempat mesin Tu-142 tersebut sudah menyala dan berderu dengan kencang. Mustopo melihat keluar cockpit untuk memastikan bahwa semua mesin sudah berjalan secara normal, "All engine started!" Ia memperlihatkan ibu jarinya kepada para teknisi di luar pesawat untuk memberi tanda bahwa semuanya berjalan dengan baik.
Mustopo memasang dan mengencangkan helm pilotnya. Ia kemudian menekan tombol transmisi, "Tower, this is Combro 05, we're ready for taxi to runway."
"Roger that Combro 05, clear for taxi, you're to follow Su-30 to runway 31 hold short until you're given clearance."
"Acknowledge tower, clear for taxi, follow Su-30 to runway 31, hold short until clearance are given," kali ini untungnya pesawat Mustapo diparkir dengan posisi hidung menghadap ke taxiway yang memberikan keuntungan lebih yaitu pesawat tidak perlu melakukan push-back.
"Ground Power Unit off, throttle to 15%! Mustapo mulai menekan tuas pegas maju. Keempat mesin Kuznetsov NK-12 mulai mendorong roda-roda Tupolev-142 maju. Perlahan tapi pasti pesawat mulai berjalan dari tempat parkir ke taxiway, mengikuti sebuah Mig-29 sampai ke landasan 31.
Terdengar transmisi dari tower ke Su-30 yang sekarang sudah siap berada di belakang landasan pacu 31, "Elang 01, you are clear for take-off," Su-30 tersebut mulai menancap gas lalu akhirnya lepas landas. Tampak jelas siluet matahari yang baru akan menyingsing, benar-benar pemandangan yang elok.
Mustapo menekan pedal sirip dan memutar pesawatnya sembilan puluh derajat memasuki landasan pacu. "Flaps at 15 percent, Landing Lights ON, GPS Set, Crew Status?"
"Navigator ready!"
"Weapons ready!"
"Flight Officer ready!"
"Combro 05, you're clear for take-off!"
"Roger tower, clear for take-off!"
"Bismillah..," Mustapo mendorong tuas pegas secara perlahan sampai mentok. Keempat mesin Kuznetsov NK-12 menderu dengan keras dan kencang, mendorong pesawat Tu-142 maju dengan cepat.
"80 knots!"
Jalan pesawat semakin kencang, Mustapa melihat bendera merah putih berkibar secara gagah di atas tower ATC. Tanpa sadar ia menaikan tangannya dari tuas pegas lalu memberikan hormat ke pada sang merah putih.
"V1"
Mustapo menarik tuas kemudi secara perlahan-lahan ke atas. Menaikan moncong pesawat ke atas, "Rotate!"
"V2!!"
Roda pesawat terakhir akhirnya terangkat dari aspal landasan. Pesawat mulai terbang dan menjauhi landasan pacu. Meninggalkan tanah Sulawesi jauh di bawah. Deruan mesin membuat belasan anak-anak sekeliling lapangan terbang berlari dan melihat. Lambang pentagonal yang bewarna merah dan putih bercahaya terang memantulkan sinar matahari pagi.
"Gear up!"
Letnon Yon berusaha mengangkat badannya untuk meraih tuas roda. Gravitasi membuat berat badan-nya terasa lebih berat tapi akhirnya ia mampu menarik tuas roda keatas. Menaikan roda masuk ke dalam badan pesawat secara keras. Lampu bewarna hijau menyala, 'Uskoreniye' "Gear locked!!"
"Combro 05, you're to proceed to your assigned route, clear for 45.000 feet."
"Roger tower, proceed to our assigned route, clear for 45.00 feet," Mustapo memutar knob auto pilot yang meskipun sederhana bisa sedikit melonggarkan tugasnya. Sistem auto-pilot Tu-124 masih sama dengan sistem auto-pilot yang di rancang tahun 1950an.
Pesawat tiba-tiba bergoyang, turbulensi dari Su-30 yang baru saja lepas landas telah membuat pesawat mereka berguncang sedikit. Bukan masalah besar bagi sang beruang Tu-142 yang sekarang sedang menuju lautan luas, menjauhi pulau Sulawesi di belakang.
(bersambung)
Monday, June 15, 2009
How to Limiter Bandwidth Traffic Download Rapidshare
Artikel singkat berikut akan menerangkan cara untuk membatasi traffic download dari rapidshare.
Hal yang harus diperhatikan adalah, how to ini mengutilisasi penggunaan script untuk mendeteksi DNS Cache... Jadi penggunaan DNS Mikrotik untuk How To ini merupakan kewajiban...
1. Script
Pada dasarnya script dibawah saat dijalankan akan memeriksa DNS Cache, dan mencari entry yang terdapat kata 'rapidshare'...kamudian membuat log entry...lalu menempatkan IP yang didapat ke Address List di list 'rapidshare'
Code:
:foreach i in=[/ip dns cache find] do={
:if ([:find [/ip dns cache get $i name] "rapidshare"] > 0) do={
:log info ("rapidshare: " . [/ip dns cache get $i name] . " (ip address " . [/ip dns cache get $i address] . ")")
/ip firewall address-list add address=[/ip dns cache get $i address] list=rapidshare disabled=no
}
}
2. Jalankan Script
Script diatas harus dijalankan secara periodik dengan scheduler untuk mendapatkan hasil yang terbaik...bisa diset untuk jalan 1 menit sekali atau 5 menit sekali atau 1 jam sekali...semua terserah anda dan kondisi yang ada...
buat entry baru pada scheduler :

Start Date dan Time di set sesuai dengan waktu yang anda inginkan
3. Mangle
Pada saat ini seharusnya telah terdapat address list baru

Lalu buat rule mangle baru untuk mark-conn


kemudian, buat rule mangle baru untuk mark-packet


4. Queue
Akhirnya, kita dapat melakukan pembatasan traffik...contoh penerapan menggunakan simple queue dapat dilihat dibawah...

Untuk percobaan silahkan coba lakukan proses download dari rapidshare, lalu enable dan disable rule queue-nya dan rasakan perbedaannya...
Selamat mencoba...
Hal yang harus diperhatikan adalah, how to ini mengutilisasi penggunaan script untuk mendeteksi DNS Cache... Jadi penggunaan DNS Mikrotik untuk How To ini merupakan kewajiban...
1. Script
Pada dasarnya script dibawah saat dijalankan akan memeriksa DNS Cache, dan mencari entry yang terdapat kata 'rapidshare'...kamudian membuat log entry...lalu menempatkan IP yang didapat ke Address List di list 'rapidshare'
Code:
:foreach i in=[/ip dns cache find] do={
:if ([:find [/ip dns cache get $i name] "rapidshare"] > 0) do={
:log info ("rapidshare: " . [/ip dns cache get $i name] . " (ip address " . [/ip dns cache get $i address] . ")")
/ip firewall address-list add address=[/ip dns cache get $i address] list=rapidshare disabled=no
}
}
2. Jalankan Script
Script diatas harus dijalankan secara periodik dengan scheduler untuk mendapatkan hasil yang terbaik...bisa diset untuk jalan 1 menit sekali atau 5 menit sekali atau 1 jam sekali...semua terserah anda dan kondisi yang ada...
buat entry baru pada scheduler :

Start Date dan Time di set sesuai dengan waktu yang anda inginkan
3. Mangle
Pada saat ini seharusnya telah terdapat address list baru

Lalu buat rule mangle baru untuk mark-conn


kemudian, buat rule mangle baru untuk mark-packet


4. Queue
Akhirnya, kita dapat melakukan pembatasan traffik...contoh penerapan menggunakan simple queue dapat dilihat dibawah...

Untuk percobaan silahkan coba lakukan proses download dari rapidshare, lalu enable dan disable rule queue-nya dan rasakan perbedaannya...
Selamat mencoba...
Bandwidth Limiter Download with File Exention di MikroTik
Untuk mengatasi pengguna yang suka mendownload file yg berukuran besar seperti instalasi aplikasi, lagu, film, game dg download manager di saat jam-jam sibuk atau peaktime yang bisa menyebabkan gangguan jaringan internet lelet atau down, berikut ini adalah langkah pembatasannya di Mikrotik sbb.
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.exe \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.iso \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.mpg \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.mp3 \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.3gp \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.rar \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.zip \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00

time diatas menunjukkan 1 menit. bisa diatus sesuka anda bisa juga ditambahkan rule sesuai kebutuhan.
kemudian kita lakukan mangle untuk marking paket yang berasal dari address list diatas seperti ini:
/ip firewall mangle add chain=forward \
protocol=tcp src-address-list=cekek \
action=mark-packet new-packet-mark=cekek-bw

Lalu untuk yg terakhir kita masukkan simple queue dari paket mark diatas
/queue simple add name=download-files \
max-limit=64000/64000 packet-marks=cekek-bw

Selamat mencoba :)
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.exe \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.iso \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.mpg \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.mp3 \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.3gp \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.rar \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00
/ip firewall filter add chain=forward \
src-address=192.168.1.0/24 protocol=tcp content=.zip \
action=add-dst-to-address-list address-list=cekek \
address-list-timeout=01:00:00

time diatas menunjukkan 1 menit. bisa diatus sesuka anda bisa juga ditambahkan rule sesuai kebutuhan.
kemudian kita lakukan mangle untuk marking paket yang berasal dari address list diatas seperti ini:
/ip firewall mangle add chain=forward \
protocol=tcp src-address-list=cekek \
action=mark-packet new-packet-mark=cekek-bw

Lalu untuk yg terakhir kita masukkan simple queue dari paket mark diatas
/queue simple add name=download-files \
max-limit=64000/64000 packet-marks=cekek-bw

Selamat mencoba :)
Tuesday, June 02, 2009
Manfaat Futsal
Posted by Info Futsal on July 31st, 2008
Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.
Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan.
Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:
- Kecerdasan.
Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.
- Keahlian Teknik.
Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.
- Total Football.
Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.
- Kecepatan.
Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.
- Hiburan.
Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.
- Kesehatan
Sering berolahraga mengeluarkan keringat, melancarkan alirah darah dari jantung dan otak, serta melenturkan otot dan persendian tulang , efek sampingnya dari keringat yang dikeluarkan secara berlebihan adalah BB "Bau Badan", obatnya wajib mandi pake sabun antiseptik biar segar dan wangi :)

Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan.
Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan.
Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik:
- Kecerdasan.
Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola.
- Keahlian Teknik.
Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting.
- Total Football.
Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak.
- Kecepatan.
Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar.
- Hiburan.
Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.
- Kesehatan
Sering berolahraga mengeluarkan keringat, melancarkan alirah darah dari jantung dan otak, serta melenturkan otot dan persendian tulang , efek sampingnya dari keringat yang dikeluarkan secara berlebihan adalah BB "Bau Badan", obatnya wajib mandi pake sabun antiseptik biar segar dan wangi :)
Wednesday, May 20, 2009
My Face Book - GiGi
Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik
Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua
[*]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia
[**]
Cuma itu yang ku berikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu
Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia
Back to [*][**]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Back to [**]
Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmmm
Kau datang dengan cara tiba-tiba
Bekas kekasih yang lama hilang
Satu dari kekasih yang terbaik
Mungkin waktu yang ku persalahkan
Mungkin saja keadaan yang salah
Terpikir hati untuk mendua
Tapi nurani tak bisa mendua
[*]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Ku hanya bisa membagi cerita nostalgia
[**]
Cuma itu yang ku berikan
Cuma itu yang ku bisa persembahkan
Karna aku ada yang punya
Tapi separuh hati ini untukmu
Ku bisa saja putuskan dia
Ku bisa menutup semua cintaku
Tapi apakah kau pun setuju
Menyakiti seorang manusia
Back to [*][**]
Ku hanya bisa membagi kisah-kisah lama
Back to [**]
Berawal dari facebook baruku
Kau datang dengan cara tiba-tiba hmmm
Thursday, May 14, 2009
Transparently Bridge two Networks without using WDS (EoIP)
Routerboard Mikrotik Password Reset
RouterOS password can only be reset by reinstalling the router, or using the reset jumper (or jumper hole) in case the hardware is RouterBOARD. For RouterBOARDS just close the jumper and boot the board until the configuration is cleared. For some RouterBOARDs there is not a jumper, but a jumper hole - just put a metal object into the hole, and boot the board.

The below image shows the location of the Reset Jumper on older RouterBOARDs like RB133C:

The below image shows the location of the Reset Jumper on older RouterBOARDs like RB133C:
Friday, April 17, 2009
Firewall Blokir Worm, Virus di Mikrotik
Sejak munculnya serangan worm Conficker , Downandup, Kido secara sporadis ke seluruh jaringan internet di seluruh dunia membuat para network administrator dan security engineer kerepotan untuk menangkal dengan ulah cacing ganas ini, seperti kita ketahui OS windows tidak memiliki tingkat security yg baik serta memiliki banyak celah yang mudah ditembus karena cacat bawaan OS windows , default service Netbios 135-139 dan SMB 445 yang tetap terbuka meskipun Windows udah dipatch, atau diupgrade
Worm ini mampu mengubah/menambah fungsi internal windows (TCP) untuk memblok akses situs-situs keamanan (security/antivirus), dengan memfilter alamat yang mempunyai karakter/text tertentu. Dan untuk menghilangkan efek tersebut tidak mudah, karena boleh dibilang sudah tingkat low level programming.
Worm ini didesign untuk melindungi diri dari deteksi antivirus dengan menggunakan teknik tertentu yang jarang digunakan, melindungi diri dari upaya untuk dihapus, mematikan windows update, restore point sebelum infeksi, mematikan trafik jaringan tertentu, mengoptimalkan fitur windows Vista untuk memudahkan penyebaran, mampu menginjeksi explorer.exe, svchost.exe dan services.exe dan lainnya.
Situs-situs yang di blok cukup banyak, meliputi web yang menggunakan text seperti berikut ( bisa di blok atau selalu memunculkan pesan Time Out ketika membuka situsnya) :
•virus
•spyware
•malware
•rootkit
•defender
•microsoft
•symantec
•norton
•mcafee
•trendmicro
•sophos
•panda
•etrust
•f-secure
•kaspersky
•f-prot
•nod32
•eset
•grisoft
•avast
•avira
•comodo
•clamav
•norman
•pctools
•rising
•sunbelt
•threatexpert
•wilderssecurity
•windowsupdate
•avp
•avg
Untuk mengatasi aksi si cacing ganas ini , kami sarankan gunakan fitur filter dari firewall yang sudah tersedia di Mikrotik Router, silahkan copy paste script blokir worm, virus berikut dari terminal/konsol di Mikrotik Router
/ip firewall filter
add chain=forward connection-state=established comment="allow established connections"
add chain=forward connection-state=related comment="allow related connections"
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop invalid connections"

add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop Messenger Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Drop Conficker Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="Drop Kido Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Drop Beagle"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Drop Beagle.C-K"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127-3128 action=drop comment="Drop MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Drop Backdoor OptixPro"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop Dabber.A-B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop MyDoom.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop SubSeven"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot, Agobot, Gaobot"
Agar script filter firewall ini bisa bekerja secara optimal dan akurat memblokir worm, virus maka tambahkan rule baru chain=forward dari list virus dan action=jump
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment="jump to the virus chain"

Sehingga nampak bisa dilihat pada gambar, apabila paket atau koneksi yang berjalan tidak sesuai dengan rule chain=virus maka segera diproses kembali ke chain=forward, selamat mencoba :)
Worm ini mampu mengubah/menambah fungsi internal windows (TCP) untuk memblok akses situs-situs keamanan (security/antivirus), dengan memfilter alamat yang mempunyai karakter/text tertentu. Dan untuk menghilangkan efek tersebut tidak mudah, karena boleh dibilang sudah tingkat low level programming.
Worm ini didesign untuk melindungi diri dari deteksi antivirus dengan menggunakan teknik tertentu yang jarang digunakan, melindungi diri dari upaya untuk dihapus, mematikan windows update, restore point sebelum infeksi, mematikan trafik jaringan tertentu, mengoptimalkan fitur windows Vista untuk memudahkan penyebaran, mampu menginjeksi explorer.exe, svchost.exe dan services.exe dan lainnya.
Situs-situs yang di blok cukup banyak, meliputi web yang menggunakan text seperti berikut ( bisa di blok atau selalu memunculkan pesan Time Out ketika membuka situsnya) :
•virus
•spyware
•malware
•rootkit
•defender
•microsoft
•symantec
•norton
•mcafee
•trendmicro
•sophos
•panda
•etrust
•f-secure
•kaspersky
•f-prot
•nod32
•eset
•grisoft
•avast
•avira
•comodo
•clamav
•norman
•pctools
•rising
•sunbelt
•threatexpert
•wilderssecurity
•windowsupdate
•avp
•avg
Untuk mengatasi aksi si cacing ganas ini , kami sarankan gunakan fitur filter dari firewall yang sudah tersedia di Mikrotik Router, silahkan copy paste script blokir worm, virus berikut dari terminal/konsol di Mikrotik Router
/ip firewall filter
add chain=forward connection-state=established comment="allow established connections"
add chain=forward connection-state=related comment="allow related connections"
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop invalid connections"

add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop Messenger Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Drop Conficker Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="Drop Kido Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Drop Beagle"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Drop Beagle.C-K"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127-3128 action=drop comment="Drop MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Drop Backdoor OptixPro"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop Dabber.A-B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop MyDoom.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop SubSeven"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot, Agobot, Gaobot"
Agar script filter firewall ini bisa bekerja secara optimal dan akurat memblokir worm, virus maka tambahkan rule baru chain=forward dari list virus dan action=jump
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment="jump to the virus chain"

Sehingga nampak bisa dilihat pada gambar, apabila paket atau koneksi yang berjalan tidak sesuai dengan rule chain=virus maka segera diproses kembali ke chain=forward, selamat mencoba :)
Anti DDoS di Mikrotik
Memang mencegah adalah lebih baik dari pada tidak sama sekali. begitu juga dengan di perusahaan penyedia jaringan internet di tempat saya mencari makan , dengan bandwith yang sangat terbatas adalah sasaran empuk bagi para penjahat dan orang yang suka iseng2 di dunia cyber, bandwith yang seadanya ini jika di serang dengan DDos (bagi yang tidak mengerti DDos cari aja sendiri digoogle ya….. ). Apalagi yang nyerang mempunyai bandwith yang melimpah bisa dikatakan jaringan di tempat saya ini akan mati total. Makanya kalau kamu tidak mempunyai bandwith sebesar punya mbah google, trus tiba-tiba akses internet kamu jadi lelet, lemot ping ke dns time out jangan langsung salahkan ISP dimana kamu berlangganan, silahkan di chek dulu di jaringan lokal kamu !!!!!, ehm...
Tips cara mencegah bagaimana menghindari serangan DDos attack, di pasang di Mikrotik router. biarpun tidak menjamin 100% tapi mencegah adalah jalan terbaik dari pada tidak sama sekali, silahkan kopi paste script dibawah ini:
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp dst-port=1337 action= add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15s comment=”" disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp dst-port=7331 src-address-list=knock action= add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15m comment=”" disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=established action=accept comment=”accept established connection packets” disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=related action=accept comment=”accept related connection packets” disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”drop Paket Invalid” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=drop comment=”Mendetek serangan Port Scaner” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp connection-limit=3,32 src-address-list=black_list action=tarpit comment=”Bikin kejutan ke ip penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp connection-limit=10,32 action=add-src-to-address-list address-list=black_list address-list-timeout=1d comment=”Masukin ke karung Ip penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=jump jump-target=ICMP comment=”jump chain ICMP” disabled=no
ip firewall filter add chain=input action=jump jump-target=services comment=”jump chain service” disabled=no
ip firewall filter add chain=input dst-address-type=broadcast action=accept comment=”Allow Broadcast Traffic” disabled=no
ip firewall filter add chain=input action=log log-prefix=”Filter:” comment=”Catat kegiatan penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet WAN action=accept comment=”List Ip yang boleh akses ke router”
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet Lan action=accept
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet DMZ action=accept
ip firewall filter add chain=input action=drop comment=”Blok Semua yang aneh2″ disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=0:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”0:0 dan limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=3:3 limit=5,5 action=accept comment=”3:3 dan limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=3:4 limit=5,5 action=accept comment=”3:4 dan limit for 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=8:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”8:0 and limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=11:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”11:0 and limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp action=drop comment=”Blok semua yang aneh2″ disabled=no
ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp comment=”Perbolehkan ping”
ip firewall filter add chain=forward protocol=udp comment=”Perbolehkan ke udp”
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet WAN action=accept comment=”Akses hanya dari ip terdaftar”
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet LAN action=accept
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet DMZ action=accept
ip firewall filter add chain=forward action=drop comment=”blok semua yang aneh2″
Semoga bermanfaat, jika anda mengalami hal seperti saya diatas jangan langsung salahkan ISP tempat anda berlangganan :)
Tips cara mencegah bagaimana menghindari serangan DDos attack, di pasang di Mikrotik router. biarpun tidak menjamin 100% tapi mencegah adalah jalan terbaik dari pada tidak sama sekali, silahkan kopi paste script dibawah ini:
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp dst-port=1337 action= add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15s comment=”" disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp dst-port=7331 src-address-list=knock action= add-src-to-address-list address-list=DDOS address-list-timeout=15m comment=”" disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=established action=accept comment=”accept established connection packets” disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=related action=accept comment=”accept related connection packets” disabled=no
ip firewall filter add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”drop Paket Invalid” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=drop comment=”Mendetek serangan Port Scaner” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp connection-limit=3,32 src-address-list=black_list action=tarpit comment=”Bikin kejutan ke ip penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=tcp connection-limit=10,32 action=add-src-to-address-list address-list=black_list address-list-timeout=1d comment=”Masukin ke karung Ip penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=jump jump-target=ICMP comment=”jump chain ICMP” disabled=no
ip firewall filter add chain=input action=jump jump-target=services comment=”jump chain service” disabled=no
ip firewall filter add chain=input dst-address-type=broadcast action=accept comment=”Allow Broadcast Traffic” disabled=no
ip firewall filter add chain=input action=log log-prefix=”Filter:” comment=”Catat kegiatan penyerang” disabled=no
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet WAN action=accept comment=”List Ip yang boleh akses ke router”
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet Lan action=accept
ip firewall filter add chain=input src-address=Subnet DMZ action=accept
ip firewall filter add chain=input action=drop comment=”Blok Semua yang aneh2″ disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=0:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”0:0 dan limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=3:3 limit=5,5 action=accept comment=”3:3 dan limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=3:4 limit=5,5 action=accept comment=”3:4 dan limit for 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=8:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”8:0 and limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp icmp-options=11:0-255 limit=5,5 action=accept comment=”11:0 and limit utk 5pac/s” disabled=no
ip firewall filter add chain=ICMP protocol=icmp action=drop comment=”Blok semua yang aneh2″ disabled=no
ip firewall filter add chain=forward protocol=icmp comment=”Perbolehkan ping”
ip firewall filter add chain=forward protocol=udp comment=”Perbolehkan ke udp”
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet WAN action=accept comment=”Akses hanya dari ip terdaftar”
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet LAN action=accept
ip firewall filter add chain=forward src-address=Subnet DMZ action=accept
ip firewall filter add chain=forward action=drop comment=”blok semua yang aneh2″
Semoga bermanfaat, jika anda mengalami hal seperti saya diatas jangan langsung salahkan ISP tempat anda berlangganan :)
Monday, April 06, 2009
Merayu Wanita? Begini Nih…
Apakah anda selama ini ngga tahu bagaimana menjadi orang yang bisa memikat wanita? Apakah anda merasa frustasi karena berusaha mendapatkan seorang wanita? Apakah anda ketakutan ketika berbicara dengan orang yang anda sukai? Apakah anda ngga tahu bagaimana memenangkan hati seorang wanita? Tiba-tiba mulut anda terkunci rapat dan ngga tau harus bagaimana untuk menyapanya? Duh… anda benar-benar butuh pertolongan nih, hehehe…
Dari pengalaman dan juga hasil observasi disekitar, saya mau coba berbagi nih, sebenarnya rayuan macam apa sih yang bisa membuat hati para wanita rela direbut pria.
Setahu saya (bisa jadi berbeda dengan pendapat), banyak pria yang ngga cukup pandai dalam hal merayu, bingung harus bagimana untuk mulai menyapa wanita yang diincarnya. Sebenarnya hal ini bukan melulu tergantung pada ‘bakat’. Harap dimengerti, bahwa merayu adalah merebut seorang wanita seratus persen, ya hati, pikiran dan jiwanya. Juga kerinduannya yang terdalam, rahasia terdalamnya, khayalan paling liar, harapan, impian, kepercayaan dan ketakutannya. Ceileeehh….
Wanita jaman sekarang suka tantangan dan wanita sekarang lebih tertarik pada pria yang terlihat cuek, cool bahkan yang bengal (meski ngga semuanya sih).
Jika anda beberapa kali gagal mendekati mereka, coba deh introspeksi diri, karena mungkin anda masih terlalu manis dan lembut.
Rayuan seperti, “Kalau nggak bisa tukeran nomor kendaran, tukeran nomor HP bisa kan?” atau (kalau anda lagi berada di dalam bis) “Daripada pegangan besi ntar tangganmu jadi kotor, mending pegangan saya aja deh” atau “Hai, kamu cantik deh, nama kamu siapa?” atau “Mau saya belikan minum?” juga “Bau rambut kamu enak...” itu semua sudah kadaluwarsa dan ngga laku lagi. Wanita ngga suka basa-basi lagi karena mereka sudah merasa cantik dan dibutuhkan (padahal mereka juga membutuhkan).
Jadi, gimana dong?
Kenali target anda dan lakukanlah sesuatu dengan psikologi terbalik, tapi ingat, tetap bersikap humble dan mulailah pembicaraan dengan kalimat seperti:
“ Saya pikir duduk di sebelah kamu bisa bikin mabuk, ternyata kamu belum mampu bikin saya mabuk” atau
“Waduh sayang sekali saya sudah beristri, kalau ngga, pasti kita sudah berkenalan” atau
“Sebenarnya baju dan rambut kamu biasa saja, tapi kenapa ya pas banget di kamu?” atau ....
“Make up kamu nggak cocok, ketebelan, kamu lebih cocok tanpa itu semua” atau bisa juga seperti ini:
“Kamu ngga cantik tapi seksi kalau diperhatiin” atau ....
“Kata teman-teman saya kamu sexy dan cantik, tapi ternyata setelah dekat biasa saja, standar menurut saya”
Dengan manjatuhkan terlebih dahulu semangat wanita, maka mereka akan merasa tertantang dan membutuhkan pembuktian. Tentu saja, kalimat itu jangan anda ucapkan dengan sinis atau jutek, tetaplah bersikap manis dan pasang senyum andalan anda. Salah sedikit, bukannya mendapatkan hubungan yang hangat, anda malah mendapatkan tamparan yang hangat di pipi anda.
Mulai sekarang, lupain deh ucapan manis dan harumnya mawar atau ikan kakap sekalipun (mengutip Oom Bondan Maknyoos yang harus pake kakap untuk ngerayu) untuk mendekati wanita idaman anda. Wanita sekarang adalah wanita terpelajar dan realistis. Mereka justru membutuhkan pembuktian eksistensi mereka. Penting juga diingat kadar penggunaan kalimat pembuka seperti diatas tadi. Apakah anda terapkan untuk tujuan hubungan singkat atau hubungan yang lebih serius, jadi harus lebih diatur penggunaan kata-katanya. Bagaimana caranya? Banyak-banyaklah berlatih, sering ditampar wanita malah bagus… hehehe…
Selamat berjuang!
Salam ...
Dari pengalaman dan juga hasil observasi disekitar, saya mau coba berbagi nih, sebenarnya rayuan macam apa sih yang bisa membuat hati para wanita rela direbut pria.
Setahu saya (bisa jadi berbeda dengan pendapat), banyak pria yang ngga cukup pandai dalam hal merayu, bingung harus bagimana untuk mulai menyapa wanita yang diincarnya. Sebenarnya hal ini bukan melulu tergantung pada ‘bakat’. Harap dimengerti, bahwa merayu adalah merebut seorang wanita seratus persen, ya hati, pikiran dan jiwanya. Juga kerinduannya yang terdalam, rahasia terdalamnya, khayalan paling liar, harapan, impian, kepercayaan dan ketakutannya. Ceileeehh….
Wanita jaman sekarang suka tantangan dan wanita sekarang lebih tertarik pada pria yang terlihat cuek, cool bahkan yang bengal (meski ngga semuanya sih).
Jika anda beberapa kali gagal mendekati mereka, coba deh introspeksi diri, karena mungkin anda masih terlalu manis dan lembut.
Rayuan seperti, “Kalau nggak bisa tukeran nomor kendaran, tukeran nomor HP bisa kan?” atau (kalau anda lagi berada di dalam bis) “Daripada pegangan besi ntar tangganmu jadi kotor, mending pegangan saya aja deh” atau “Hai, kamu cantik deh, nama kamu siapa?” atau “Mau saya belikan minum?” juga “Bau rambut kamu enak...” itu semua sudah kadaluwarsa dan ngga laku lagi. Wanita ngga suka basa-basi lagi karena mereka sudah merasa cantik dan dibutuhkan (padahal mereka juga membutuhkan).
Jadi, gimana dong?
Kenali target anda dan lakukanlah sesuatu dengan psikologi terbalik, tapi ingat, tetap bersikap humble dan mulailah pembicaraan dengan kalimat seperti:
“ Saya pikir duduk di sebelah kamu bisa bikin mabuk, ternyata kamu belum mampu bikin saya mabuk” atau
“Waduh sayang sekali saya sudah beristri, kalau ngga, pasti kita sudah berkenalan” atau
“Sebenarnya baju dan rambut kamu biasa saja, tapi kenapa ya pas banget di kamu?” atau ....
“Make up kamu nggak cocok, ketebelan, kamu lebih cocok tanpa itu semua” atau bisa juga seperti ini:
“Kamu ngga cantik tapi seksi kalau diperhatiin” atau ....
“Kata teman-teman saya kamu sexy dan cantik, tapi ternyata setelah dekat biasa saja, standar menurut saya”
Dengan manjatuhkan terlebih dahulu semangat wanita, maka mereka akan merasa tertantang dan membutuhkan pembuktian. Tentu saja, kalimat itu jangan anda ucapkan dengan sinis atau jutek, tetaplah bersikap manis dan pasang senyum andalan anda. Salah sedikit, bukannya mendapatkan hubungan yang hangat, anda malah mendapatkan tamparan yang hangat di pipi anda.
Mulai sekarang, lupain deh ucapan manis dan harumnya mawar atau ikan kakap sekalipun (mengutip Oom Bondan Maknyoos yang harus pake kakap untuk ngerayu) untuk mendekati wanita idaman anda. Wanita sekarang adalah wanita terpelajar dan realistis. Mereka justru membutuhkan pembuktian eksistensi mereka. Penting juga diingat kadar penggunaan kalimat pembuka seperti diatas tadi. Apakah anda terapkan untuk tujuan hubungan singkat atau hubungan yang lebih serius, jadi harus lebih diatur penggunaan kata-katanya. Bagaimana caranya? Banyak-banyaklah berlatih, sering ditampar wanita malah bagus… hehehe…
Selamat berjuang!
Salam ...
Tuesday, March 24, 2009
Putus
Pernah, dulu sekali, saya begitu tidak bisa menerima kata "putus" yang diucapkan oleh seseorang yang waktu itu saya sangat sukai. Itulah kata "putus" pertama yang pernah saya terima dari seorang pacar. Kata "putus" dari pacar pertama mungkin memang tidak mudah diterima oleh kebanyakan orang. Apalagi, kata "putus" itu datang pada waktu yang sangat tidak kita harapkan.
Kata "putus" yang kita terima mungkin lebih mudah diingat daripada kata yang sama yang keluar dari mulut kita. Artinya, kita lebih sering (atau mungkin hobi) mengingat-ingat saat-saat kita disakiti orang daripada saat-saat kita menyakiti orang lain. Saya begitu juga. Tapi, rasa-rasanya saya boleh bersyukur karena bukan termasuk orang yang menemukan kegembiraan dari perbuatan menyakiti (hati) orang lain.
Betul juga kalau dikatakan kalau kata "putus" tidak selalu menimbulkan efek yang sama kepada setiap orang atau pasangan, terutama dari pihak yang "diputuskan". Sudah lumrah terjadi kata itu malah sudah ditunggu lama. Dan, buat sebagian yang lain, kata "putus" jauh lebih indah daripada situasi "gantung". Kadang juga, kata "putus" merupakan bagian dari jawaban akan doa-doa kita karena apa yang terjadi setelahnya malah jauh lebih baik.
Kata "putus", tentu kita sudah tahu, bukanlah akhir dari sebuah hubungan, tapi sebaliknya merupakan awal. Karena, setiap awal itu adalah akhir, dan setiap akhir sejatinya adalah suatu awal. Artinya, boleh jadi benar bahwa "putus" mengakhiri satu hubungan (yang dulu), tapi kata itu juga menandakan lahirnya sebuah hubungan yang baru.
Kata "putus" harus diartikan putusnya hal-hal yang buruk yang pernah ada dalam sebuah hubungan. "Putus" sama sekali tidak boleh mengakhiri hal-hal baik yang sudah dibangun bersama-sama. Alasannya sebetulnya sederhana saja, segala hal yang putus pasti bisa disambung lagi. Bagi mereka yang memiliki pandangan yang jauh ke depan, "putus" justru dilihat sebagai satu tahapan penting dari dan demi (kematangan) sebuah hubungan.
Kata "putus" yang kita terima mungkin lebih mudah diingat daripada kata yang sama yang keluar dari mulut kita. Artinya, kita lebih sering (atau mungkin hobi) mengingat-ingat saat-saat kita disakiti orang daripada saat-saat kita menyakiti orang lain. Saya begitu juga. Tapi, rasa-rasanya saya boleh bersyukur karena bukan termasuk orang yang menemukan kegembiraan dari perbuatan menyakiti (hati) orang lain.
Betul juga kalau dikatakan kalau kata "putus" tidak selalu menimbulkan efek yang sama kepada setiap orang atau pasangan, terutama dari pihak yang "diputuskan". Sudah lumrah terjadi kata itu malah sudah ditunggu lama. Dan, buat sebagian yang lain, kata "putus" jauh lebih indah daripada situasi "gantung". Kadang juga, kata "putus" merupakan bagian dari jawaban akan doa-doa kita karena apa yang terjadi setelahnya malah jauh lebih baik.
Kata "putus", tentu kita sudah tahu, bukanlah akhir dari sebuah hubungan, tapi sebaliknya merupakan awal. Karena, setiap awal itu adalah akhir, dan setiap akhir sejatinya adalah suatu awal. Artinya, boleh jadi benar bahwa "putus" mengakhiri satu hubungan (yang dulu), tapi kata itu juga menandakan lahirnya sebuah hubungan yang baru.
Kata "putus" harus diartikan putusnya hal-hal yang buruk yang pernah ada dalam sebuah hubungan. "Putus" sama sekali tidak boleh mengakhiri hal-hal baik yang sudah dibangun bersama-sama. Alasannya sebetulnya sederhana saja, segala hal yang putus pasti bisa disambung lagi. Bagi mereka yang memiliki pandangan yang jauh ke depan, "putus" justru dilihat sebagai satu tahapan penting dari dan demi (kematangan) sebuah hubungan.
Pria Kerap Menutupi Sakit Hatinya
Hey, masa seorang pria menangis. Mungkin begitulah yang terlintas di benak pria. Pelampiasannya paling pergi bersama beberapa teman pria dan berakhir mabuk-mabukan. Intinya, pria kadang enggan menunjukkan perasaan sedihnya ketika putus dengan sang kekasih. Ia merasa harus selalu tampak tegar. Sedangkan wanita kebanyakan langsung menangis atau curhat pada sahabat begitu cintanya diputus. Begitu juga ketika memutuskan cinta, wanita biasanya berbicara apa adanya dan langsung mengeluarkan apa isi hatinya. Intinya, wanita berani menghadapi rasa sedihnya sedangkan pria banyak menahan reaksi atau perasaannya. Alhasil, semuanya menumpuk dan sulit dibuang.
Pria Tidak Punya Banyak Teman
Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih. Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.
Pria Benci Awal yang Baru
Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu. Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.
Pria Berpatok Pada Khayalan
Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar. Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.(fta/fta)
Pria Tidak Punya Banyak Teman
Begitu mengalami patah hati, hampir seluruh wanita langsung mengungkapkan isi hati atau bercerita kepada teman terdekatnya. Teman tersebut bisa saja ibu, sahabat, tetangga, teman kantor, atau bahkan supir taksi yang dinaikinya setelah meninggalkan sang pacar. Penelitian membuktikan pria kerap menggantungkan kedekatan emosionalnya pada sang pacar. Sedangkan wanita punya sejuta tempat selain sang kekasih. Pria lebih sering memendam perasaannya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau ia baik-baik saja. Setidaknya baru enam bulan kemudian pria tersebut menyadari dan berani mengungkapkan pada teman-teman dekatnya kalau ia ingin kembali pada sang kekasih.
Pria Benci Awal yang Baru
Begitu putus, pria umumnya merasakan sedikit kegembiran. Bisa berkencan dan menggoda banyak wanita. Berburu kekasih baru dan lain-lain. Tapi setelah kencan pertama, kedua, dan ketiga, akhirnya rasa jenuh pun melanda. Ia pun menyadari masih panjang jalannya untuk menemukan kenyamanan yang sama seperti pada kekasihnya dulu. Menurut penelitian, secara mental umumnya wanita lebih siap menghadapi putus cinta sedangkan pria jarang berpikir hubungan akan berakhir. Dan umumnya, pria baru menyadari betapa berharga mantan kekasihnya dan betapa ia kehilangan dirinya setelah berbulan-bulan putus cinta. Hasilnya, sang wanita sudah jauh memulihkan diri dan semuanya sudah terlambat.
Pria Berpatok Pada Khayalan
Putus cinta juga kerap disebabkan karena pria merasa bosan dengan kekasihnya, kencan yang sama, pertengkaran yang sama, dan hal-hal lain yang lama-lama membuatnya jenuh. Begitu putus, ia berpikir akan langsung bertemu dan berkencan dengan banyak wanita. Walau mimpi tersebut benar-benar terjadi diam-diam ia merasa kehilangan keintiman dan kenyamanan yang sebelumnya ia dapat dari sang mantan pacar. Penelitian membuktikan, wanita umumnya lebih cepat menyadari kalau fondasi dari hubungan yang awet adalah keintiman. Sedangkan pria umumnya lebih memikirkan seks sehingga akhirnya mereka salah orientasi.(fta/fta)
Friday, February 27, 2009
5 Tanda Ingin Putus
Senin, 23 Februari 2009 | 13:10 WIB
Anda mungkin berpikir kalau pria bermental baja dan dengan mudahnya mengucap kata putus. Padahal, bagi siapa pun putus cinta akan mendatangkan kekecewaan yang mendalam. Apalagi bila harus melihat sang kekasih patah hati gara-gara keputusan yang dibuatnya. Karena itulah terkadang pria lebih suka mengulur-ulur waktu sebelum mengucapkan kata putus. Dengan sedikit kejelian Anda bisa menangkap sinyal kalau Si Dia mulai menjauhi Anda.
1. Sering ingkar janji
Bila sebelumnya Anda ada dalam prioritasnya, mendadak kini ia sering melupakan janjinya atau tiba-tiba membatalkan pertemuan dengan Anda. Dia juga makin pintar membuat alasan untuk menghindari Anda.
2. Kurang yakin
Pria bukanlah mahluk yang mudah mengekspresikan perasaannya. Ketika ia mulai kehilangan rasa cintanya, ia bisa menjelma menjadi orang yang pesimistis. Berhati-hatilah bila ia mulai sering bertanya, "Menurut kamu ada yang salah nggak dengan hubungan kita?" atau "Mungkin aku bukan orang yang tepat untuk kamu."
3. Lebih memilih teman
Si Dia lebih sering memilih untuk berkumpul dengan teman-temannya ketimbang menemani Anda. Bila Anda keberatan, ia marah dan menyebut Anda egois yang suka mengekang kebebasannya. Ujung-ujungnya ia akan mengatakan tidak tahan lagi pacaran dengan Anda.
4. Sering memuji wanita lain
Meski dalam hati mengagumi kecantikan wanita lain, namun jarang ada pria yang benar-benar mengungkapkannya di depan sang kekasih. Jadi, berhati-hatilah bila Si Dia mulai sering memuji kecantikan atau kehebatan wanita lain. Bisa jadi ia sengaja untuk membuat Anda cemburu atau ia memang sudah tak peduli lagi pada perasaan Anda.
5. Gampang tersinggung
Sifat humorisnya merupakan salah satu sifat pasangan yang membuat Anda jatuh cinta. Namun kini Si Dia justru sering uring-uringan, bahkan marah bila Anda mengajaknya bercanda. Ia berubah jadi sensitif dan mudah menumpahkan rasa marahnya.
Anda mungkin berpikir kalau pria bermental baja dan dengan mudahnya mengucap kata putus. Padahal, bagi siapa pun putus cinta akan mendatangkan kekecewaan yang mendalam. Apalagi bila harus melihat sang kekasih patah hati gara-gara keputusan yang dibuatnya. Karena itulah terkadang pria lebih suka mengulur-ulur waktu sebelum mengucapkan kata putus. Dengan sedikit kejelian Anda bisa menangkap sinyal kalau Si Dia mulai menjauhi Anda.
1. Sering ingkar janji
Bila sebelumnya Anda ada dalam prioritasnya, mendadak kini ia sering melupakan janjinya atau tiba-tiba membatalkan pertemuan dengan Anda. Dia juga makin pintar membuat alasan untuk menghindari Anda.
2. Kurang yakin
Pria bukanlah mahluk yang mudah mengekspresikan perasaannya. Ketika ia mulai kehilangan rasa cintanya, ia bisa menjelma menjadi orang yang pesimistis. Berhati-hatilah bila ia mulai sering bertanya, "Menurut kamu ada yang salah nggak dengan hubungan kita?" atau "Mungkin aku bukan orang yang tepat untuk kamu."
3. Lebih memilih teman
Si Dia lebih sering memilih untuk berkumpul dengan teman-temannya ketimbang menemani Anda. Bila Anda keberatan, ia marah dan menyebut Anda egois yang suka mengekang kebebasannya. Ujung-ujungnya ia akan mengatakan tidak tahan lagi pacaran dengan Anda.
4. Sering memuji wanita lain
Meski dalam hati mengagumi kecantikan wanita lain, namun jarang ada pria yang benar-benar mengungkapkannya di depan sang kekasih. Jadi, berhati-hatilah bila Si Dia mulai sering memuji kecantikan atau kehebatan wanita lain. Bisa jadi ia sengaja untuk membuat Anda cemburu atau ia memang sudah tak peduli lagi pada perasaan Anda.
5. Gampang tersinggung
Sifat humorisnya merupakan salah satu sifat pasangan yang membuat Anda jatuh cinta. Namun kini Si Dia justru sering uring-uringan, bahkan marah bila Anda mengajaknya bercanda. Ia berubah jadi sensitif dan mudah menumpahkan rasa marahnya.
Ketika Cinta Diuji
Meski sudah cukup lama jalan bareng, ada banyak hal yang membuat cinta kita dan pasangan diuji. Hati-hati dengan 10 'godaan' cinta berikut ini.
Mantan datang kembali
Anda sudah setengah mati berusaha melupakannya. Hubungan dengan pacar yang sekarang pun lagi manis-manisnya.Tapi, apa jadinya bila mantan kekasih muncul di hadapan Anda dan menawarkan cintanya kembali? Eits, jangan terbawa suasana dulu. Coba berpikir jernih dan ingat lagi penyebab kandasnya hubungan Anda dengannya dulu. Jangan sampai hubungan Anda yang sekarang dikorbankan hanya demi kenyataan semu.
Pinangan mantan kekasih
Anda sudah ingin mengakhiri masa lajang, namun apa daya kekasih selalu maju mundur bila diajak menikah. Dalam kondisi begini, mantan pacar yang datang membawa cincin pertunangan pasti bisa membuat hati Anda gonjang ganjing. Tapi, jangan dulu tergoda menerima pinangannya. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang harus Anda jalani dengan pendamping hidup yang tepat.
Ditaksir bos super ganteng
Di antara banyak rekan perempuan yang ngefans berat pada dirinya (termasuk Anda!), si bos malah memberikan hatinya untuk Anda. Tentu saja perasaan Anda melambung tinggi dibuatnya. Meski kualitas kekasih tak kalah yahud, tapi apa mau dikata, waktu Anda lebih banyak dihabiskan bersama atasan di kantor. Sebelum timbul keinginan selingkuh, ingatlah kelebihan kekasih yang tak dimiliki si bos.
Dikenalkan pada pria idaman
Bertahun-tahun Anda memendam rasa pada seseorang yang Anda idolakan. Suatu kali sahabat Anda mengenalkan Anda pada pria itu. Pikir lagi puluhan kali bila Anda tergiur untuk meninggalkan kekasih. Pasalnya, kekaguman Anda pada sang idola hanya sebatas permukaan.Tidak seperti kekasih yang sudah Anda kenal luar dalam.
Dijodohkan orang tua
Siapa bilang zaman sekarang sudah tidak ada lagi perjodohan? Nyatanya, masih banyak kok orangtua yang ketar-ketir begitu mendapati anak gadisnya masih melajang di umur perempat baya. Harus bagaimana bila orangtua menyodorkan seorang pria sebagai jodoh Anda? Oh, no! Tapi jangan panik dulu. Berpikir dengan kepala dingin adalah solusi yang terbaik.
Partner kerja aduhai
Beberapa waktu lalu Angelina Jolie mengaku pada majalah Vogue bahwa dirinya setiap hari nyaris tak sabar untuk tiba di lokasi syuting Mr. & Mrs. Smith supaya bisa ketemu Brad Pitt. Padahal, saat itu Brad masih berstatus suami orang. Disandingkan dengan rekan kerja super seksi bisa saja terjadi pada Anda di dunia kerja. Jika tak mau sampai terjadi cinta lokasi, bersikaplah profesional. Ingatlah bahwa hubungan Anda dengannya tak lebih dari kepentingan bisnis semata.
Terpikat sahabat kekasih
Masih ingat kisah film Pearl Harbour, di mana tokoh perempuan jatuh cinta pada sahabat kekasihnya yang ia sangka telah wafat? Peristiwa itu bisa saja terjadi dalam kehidupan Anda, meski tentu saja kisahnya tak perlu sedramatis cerita film. Pasalnya, sahabat kekasih memang orang yang paling tepat dicurhati bila hubungan Anda sedang bermasalah. Makanya, jika Anda butuh tempat curhat, cari sahabat perempuan saja.
Naksir teman chatting
Flirting di dunia maya tidak akan berisiko menghancurkan hubungan? Siapa bilang? Justru sebaliknya, flirting lewat chatting justru lebih berbahaya karena bisa dilakukan kapan saja dan amat mudah untuk menghapus rekam jejaknya. Makanya, jika tak mau bermain api, batasi waktu online dan topik-topik yang bisa Anda bahas dengan teman chatting. Perbanyak curhat dengan kekasih supaya Anda tak perlu mencari pelarian ke tempat lain.
Mutasi ke luar kota
Hubungan jarak dekat memang bukan jaminan keberhasilan cinta.Tetapi, yang namanya jarak jauh, selain bisa memisahkan Anda dan kekasih secara fisik juga bisa merenggangkan kedekatan hati. Jika Anda dan kekasih berniat untuk melanjutkan hubungan ini, maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai deraan yang mengadang di tengah jalan, seperti rasa kesepian dan kesempatan untuk selingkuh. Komunikasi yang intens adalah jalan keluarnya.
Pekerjaan menumpuk
Kesibukan adalah jarak semu yang juga bisa menjauhkan hubungan Anda dengan kekasih. Meski Anda berdua berkantor di daerah Sudirman, namun bila sama-sama tak punya waktu bagi satu sama lain, tak salah bila dikatakan Anda menjalani hubungan long distance. lnilah yang sering menjadi racun cinta para pasangan eksekutif yang berdomisili di kota besar. Soalnya, frekuensi kerja yang tak kenal waktu juga bisa membuka peluang cinta lokas
Mantan datang kembali
Anda sudah setengah mati berusaha melupakannya. Hubungan dengan pacar yang sekarang pun lagi manis-manisnya.Tapi, apa jadinya bila mantan kekasih muncul di hadapan Anda dan menawarkan cintanya kembali? Eits, jangan terbawa suasana dulu. Coba berpikir jernih dan ingat lagi penyebab kandasnya hubungan Anda dengannya dulu. Jangan sampai hubungan Anda yang sekarang dikorbankan hanya demi kenyataan semu.
Pinangan mantan kekasih
Anda sudah ingin mengakhiri masa lajang, namun apa daya kekasih selalu maju mundur bila diajak menikah. Dalam kondisi begini, mantan pacar yang datang membawa cincin pertunangan pasti bisa membuat hati Anda gonjang ganjing. Tapi, jangan dulu tergoda menerima pinangannya. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang harus Anda jalani dengan pendamping hidup yang tepat.
Ditaksir bos super ganteng
Di antara banyak rekan perempuan yang ngefans berat pada dirinya (termasuk Anda!), si bos malah memberikan hatinya untuk Anda. Tentu saja perasaan Anda melambung tinggi dibuatnya. Meski kualitas kekasih tak kalah yahud, tapi apa mau dikata, waktu Anda lebih banyak dihabiskan bersama atasan di kantor. Sebelum timbul keinginan selingkuh, ingatlah kelebihan kekasih yang tak dimiliki si bos.
Dikenalkan pada pria idaman
Bertahun-tahun Anda memendam rasa pada seseorang yang Anda idolakan. Suatu kali sahabat Anda mengenalkan Anda pada pria itu. Pikir lagi puluhan kali bila Anda tergiur untuk meninggalkan kekasih. Pasalnya, kekaguman Anda pada sang idola hanya sebatas permukaan.Tidak seperti kekasih yang sudah Anda kenal luar dalam.
Dijodohkan orang tua
Siapa bilang zaman sekarang sudah tidak ada lagi perjodohan? Nyatanya, masih banyak kok orangtua yang ketar-ketir begitu mendapati anak gadisnya masih melajang di umur perempat baya. Harus bagaimana bila orangtua menyodorkan seorang pria sebagai jodoh Anda? Oh, no! Tapi jangan panik dulu. Berpikir dengan kepala dingin adalah solusi yang terbaik.
Partner kerja aduhai
Beberapa waktu lalu Angelina Jolie mengaku pada majalah Vogue bahwa dirinya setiap hari nyaris tak sabar untuk tiba di lokasi syuting Mr. & Mrs. Smith supaya bisa ketemu Brad Pitt. Padahal, saat itu Brad masih berstatus suami orang. Disandingkan dengan rekan kerja super seksi bisa saja terjadi pada Anda di dunia kerja. Jika tak mau sampai terjadi cinta lokasi, bersikaplah profesional. Ingatlah bahwa hubungan Anda dengannya tak lebih dari kepentingan bisnis semata.
Terpikat sahabat kekasih
Masih ingat kisah film Pearl Harbour, di mana tokoh perempuan jatuh cinta pada sahabat kekasihnya yang ia sangka telah wafat? Peristiwa itu bisa saja terjadi dalam kehidupan Anda, meski tentu saja kisahnya tak perlu sedramatis cerita film. Pasalnya, sahabat kekasih memang orang yang paling tepat dicurhati bila hubungan Anda sedang bermasalah. Makanya, jika Anda butuh tempat curhat, cari sahabat perempuan saja.
Naksir teman chatting
Flirting di dunia maya tidak akan berisiko menghancurkan hubungan? Siapa bilang? Justru sebaliknya, flirting lewat chatting justru lebih berbahaya karena bisa dilakukan kapan saja dan amat mudah untuk menghapus rekam jejaknya. Makanya, jika tak mau bermain api, batasi waktu online dan topik-topik yang bisa Anda bahas dengan teman chatting. Perbanyak curhat dengan kekasih supaya Anda tak perlu mencari pelarian ke tempat lain.
Mutasi ke luar kota
Hubungan jarak dekat memang bukan jaminan keberhasilan cinta.Tetapi, yang namanya jarak jauh, selain bisa memisahkan Anda dan kekasih secara fisik juga bisa merenggangkan kedekatan hati. Jika Anda dan kekasih berniat untuk melanjutkan hubungan ini, maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai deraan yang mengadang di tengah jalan, seperti rasa kesepian dan kesempatan untuk selingkuh. Komunikasi yang intens adalah jalan keluarnya.
Pekerjaan menumpuk
Kesibukan adalah jarak semu yang juga bisa menjauhkan hubungan Anda dengan kekasih. Meski Anda berdua berkantor di daerah Sudirman, namun bila sama-sama tak punya waktu bagi satu sama lain, tak salah bila dikatakan Anda menjalani hubungan long distance. lnilah yang sering menjadi racun cinta para pasangan eksekutif yang berdomisili di kota besar. Soalnya, frekuensi kerja yang tak kenal waktu juga bisa membuka peluang cinta lokas
Subscribe to:
Posts (Atom)














